Universitas Tadulako Kembangkan Penangkaran Jagung Merah, Dorong Ketahanan Pangan Sulawesi Tengah
Madika, Sigi – Universitas Tadulako bersama Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulawesi Tengah melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PkM) untuk mendukung penyediaan benih jagung bermutu dan berkesinambungan.
Program ini dilakukan melalui pengembangan penangkaran benih komposit jagung merah lokal, yang dikenal dengan nama Jagung Merah Sigi (MESI), di Kelompok Tani Tara’a Nagaya, Kelurahan Kayumalue, Kabupaten Sigi.
Ketua Tim PkM, Dr. Ir. Maemunah, M.P, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan kearifan lokal dan potensi petani setempat dalam menghasilkan benih berkualitas tinggi.
“Kegiatan ini tidak hanya menerapkan hasil penelitian terkait perbenihan jagung, tetapi juga mengoptimalkan plasma nutfah lokal yang dimiliki Kabupaten Sigi, khususnya Jagung Merah Sigi. Harapannya, upaya ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat sinergi antara universitas, lembaga sertifikasi, dan kelompok tani,” ungkap Maemunah, Selasa (19/11/2024).
Program ini memiliki dua tujuan utama yakni, menghasilkan penangkar benih jagung komposit yang memenuhi standar sertifikasi dan menjadikan Kelompok Tani Tara’a Nagaya sebagai model percontohan dalam pengelolaan penangkaran benih.
Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan langsung melalui pelatihan dan pendampingan. Tim pengabdi memberikan pelatihan berupa ceramah, diskusi, serta praktik lapangan di demplot percobaan yang dipandu oleh para ahli dan mahasiswa.
“Pelatihan ini mencakup semua tahapan, mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga pascapanen. Fokus kami adalah memastikan kualitas benih dan keberlanjutan penangkaran,” tambah Maemunah.
Jagung Merah Sigi (MESI) merupakan varietas unggulan dengan potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan.
Kabupaten Sigi, yang memiliki keanekaragaman plasma nutfah, menjadi lokasi ideal untuk pengembangan varietas lokal ini.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan petani, program ini diharapkan menjadi model percontohan yang dapat diterapkan di daerah lain, sekaligus mendukung ketahanan pangan Sulawesi Tengah.
Tinggalkan Balasan