Madika, Poso — Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Sulawesi Tengah, Matindas J Rumambi, mengajak pemuda untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (18/12/2025, pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, di Gedung Gereja Ebenhaezer Malewa, Kabupaten Poso.

Matindas J Rumambi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Pemuda menjadi pilar terpenting untuk menjaga keutuhan bangsa. Oleh karena itu, saya berharap melalui sosialisasi empat pilar, para pemuda di Poso dapat menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan,” kata Matindas.

BACA JUGA  Sulawesi Tengah Raih Capaian Positif dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXVII Tahun 2023

Peserta kegiatan terdiri dari pemuda Jemaat Ebenhaezer dan masyarakat yang mengikuti sosialisasi secara aktif dan interaktif.

Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap isu kebangsaan dan peran generasi muda dalam menjaga persatuan.

Dalam kegiatan tersebut, Matindas menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga nilai persatuan, toleransi, dan kebinekaan.

“Pemahaman terhadap Empat Pilar menjadi fondasi penting bagi generasi muda agar mampu menghadapi tantangan sosial dan menjaga harmoni di tengah perbedaan.

Melalui sosialisasi ini, Matindas berharap pemuda tidak hanya memahami Empat Pilar sebagai konsep, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sosial, keagamaan, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA  Wartabone Sosialisasikan Sejarah dan Nilai-Nilai Patriotisme kepada Generasi Muda di Sigi

Sosialisasi Empat Pilar ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPR RI dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pendekatan edukatif di tengah masyarakat.