Madika – Tahun baru Imlek selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu dengan penuh antusiasme oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Penuh dengan warna, semangat, dan keceriaan, perayaan ini tidak hanya diwarnai oleh ritual dan tradisi khas, tetapi juga oleh kehadiran berbagai hidangan istimewa yang memperkaya pengalaman budaya.

Dibalik setiap sajian makanan yang lezat tersimpan makna dan harapan yang mendalam, menjadi simbol keberuntungan, kesejahteraan, dan kebahagiaan yang diharapkan dalam pergantian tahun yang baru.

Berikut beberapa makanan wajib yang selalu ada saat perayaan Imlek :

Yu Sheng atau Yee Sang, sebuah salad unik yang memadukan berbagai bahan seperti ikan salmon, sayuran segar, dan kerupuk. Ritual dimulai dengan mencampurkan semua bahan ini dengan sumpit sambil mengucapkan harapan dan keberuntungan.

BACA JUGA  Warga Sibonu Desak Pembangunan Jalan Lingkar Desa Saat Reses DPRD Sigi

Nian Gao atau Kue Keranjang, kue yang terbuat dari tepung ketan yang dikukus, melambangkan kenaikan status dan umur yang panjang, serta meningkatnya keberuntungan dalam tahun yang baru.

Jiaozi atau Pangsit, makanan populer dalam budaya Tionghoa yang melambangkan kekayaan dan keberuntungan, biasanya dinikmati bersama keluarga saat malam pergantian tahun.

Tang Yuan atau Bola Ketan, bola-bola ketan yang diisi dengan gula merah, kacang hitam, atau wijen, sering disajikan sebagai hidangan penutup dalam perayaan Imlek, melambangkan keharmonisan keluarga.

Fa Gao atau Kue Beras, kue tradisional yang dihiasi dengan karakter atau lambang keberuntungan, dipercayai membawa keberuntungan dan kemakmuran.

BACA JUGA  Kepala OPD Diminta Serius Selesaikan TLRHP

Peng Cai atau Porsi Kaya, semacam “treasure pot” yang berisi berbagai macam bahan seperti daging, sayuran, dan seafood, melambangkan kemakmuran dan keberuntungan.

Longevity Noodles atau Mie Panjang Umur, mie panjang yang melambangkan umur panjang dan kebahagiaan, disajikan utuh tanpa dipotong, melambangkan keberuntungan dan harapan hidup yang panjang.

Jeruk Mandarin, buah yang sangat simbolis dalam perayaan Imlek karena warnanya yang merah dan bentuknya yang bulat, melambangkan keberuntungan dan kelimpahan.

Dengan menyantap makanan-makanan ini, masyarakat Tionghoa berharap membawa keberuntungan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam tahun yang baru.

BACA JUGA  Tiba di Palu, Istri Kapolri akan Resmikan TK dan SD Kemala Bhayangkari di Huntap Tondo