Madika, Palu – Pemerintah Kabupaten Sigi kembali menggelar ‘Festival Danau Lindu 2024’, yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari Kamis, 5 September hingga Sabtu, 7 September 2024.

Festival ini mengusung tema “Etno Ecologi Tourism”, menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya dalam konteks pariwisata berkelanjutan.

Danau Lindu, yang menjadi lokasi pusat dari rangkaian acara, merupakan bagian dari Kawasan Cagar Biosfer Taman Nasional Lore Lindu.

Dengan keindahan alamnya yang memukau serta keanekaragaman hayati yang kaya, lokasi ini dipilih untuk memperkenalkan konsep pariwisata hijau yang mengedepankan pelestarian lingkungan.

Bupati Sigi, Irwan Lapata, menyatakan, festival ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.

BACA JUGA  Satgas Madago Raya Intensifkan Patroli di Pegunungan Poso

“Lingkungan harus menjadi sistem pendukung kehidupan yang damai dan harmonis, di mana masyarakat bisa berinteraksi dan berbagi manfaat alam secara berkelanjutan,” ujarnya.

Festival ini juga memiliki fokus pada pemberdayaan perempuan dalam upaya pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Berbagai kegiatan selama festival memberikan peluang ekonomi bagi perempuan, terutama bagi komunitas lokal seperti etnis Kaili Tado di Kecamatan Lindu.

Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, acara ini bertujuan memperkuat identitas budaya lokal serta meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya yang ada.

Tidak hanya menjadi ajang hiburan, Festival Danau Lindu 2024 juga berfungsi sebagai platform edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

BACA JUGA  Alimuddin Pa'ada Hadiri Rakor Forkopimda

Melalui berbagai kegiatan edukatif dan aksi nyata, acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan serta menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dengan perpaduan antara pariwisata, budaya, dan pelestarian lingkungan, Festival Danau Lindu diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempromosikan Kabupaten Sigi sebagai destinasi wisata hijau yang berkelanjutan.