Madika, Kolaka – Kelompok Tani Padaidi di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, menggelar panen jagung pakan sebagai hasil dari pendampingan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale, Kamis (8/12/2025).

Program PPM PT Vale mendorong kemandirian ekonomi petani melalui pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal.

Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini kembali menghasilkan nilai ekonomi berkat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan kelompok tani.

Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, menjelaskan, lahan pertanian yang saat ini dikelola Kelompok Tani Padaidi sebelumnya sempat dibuka pada 2015 dengan luas sekitar 27 hektare, namun tidak berlanjut dan terbengkalai.

“Alhamdulillah, sejak tahun lalu potensi lahan ini kembali dimanfaatkan. Dari total 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare telah ditanami jagung pakan. Panen hari ini menjadi bukti kebangkitan pertanian berbasis kelompok tani di desa kami,” ujar Asmanuddin.

BACA JUGA  Gogakuin Indonesia dan Pemkot Palu Kembangkan Peluang Edukasi dan Karier di Jepang

Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menyampaikan bahwa hasil panen menunjukkan produktivitas yang menjanjikan, yakni sekitar 6 hingga 7 ton per hektare.

Kelompok tani yang terbentuk pada November 2023 tersebut beranggotakan 22 orang dan terus didorong untuk memperluas area tanam.

“Selain hasil panen yang baik, harga jagung pakan di Kolaka juga cukup kompetitif, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Ini menjadi motivasi kuat bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian secara berkelanjutan,” jelas Baharuddin.

Head of External Regional and Growth PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan, keberhasilan panen ini merupakan bagian dari implementasi Program PPM PT Vale yang berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

BACA JUGA  Sulteng Expo 2024 Diharapkan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah

“Program ini merupakan wujud dukungan nyata PT Vale dalam mendorong pemberdayaan petani melalui pemanfaatan potensi lokal. Kami percaya bahwa kemandirian ekonomi masyarakat adalah fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Endra.

Ia menambahkan, PT Vale terus bersinergi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai pilar penguatan ekonomi lokal.

Upaya tersebut sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas yang menjadi bagian dari strategi perusahaan.

Melalui Program PPM PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, perusahaan menargetkan terciptanya dampak jangka panjang bagi masyarakat.