Madika, Palu – Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) menggandeng Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Sulawesi Tengah dalam pengembangan pendidikan, riset terapan, dan pengabdian kepada masyarakat di sektor kehutanan dan lingkungan hidup.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU), Jumat (30/1/2026).

Kerja sama ini diarahkan untuk menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tengah yang semakin kompleks.

Fokus kolaborasi mencakup pengembangan riset berbasis tapak, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hutan dan bentang alam secara berkelanjutan.

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam kerja sama ini, di antaranya perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

BACA JUGA  TK Negeri Pembina Palu Gelar Penamatan 198 Peserta Didik

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa dan dosen Fakultas Kehutanan Untad terlibat langsung dalam kegiatan lapangan bersama ROA Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut meliputi program Magang Kampus Berdampak, penelitian partisipatif, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan kondisi riil pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Yusran, menyatakan, penandatanganan MoU ini menjadi penanda penguatan kemitraan yang selama ini telah terjalin.

“MoU ini mempertegas kemitraan yang sebenarnya sudah berjalan antara Fakultas Kehutanan Untad dan ROA Sulteng. Sejak sebelumnya, dosen dan mahasiswa kami telah turun langsung dalam berbagai kegiatan ROA, mulai dari kajian spesies, penyusunan rencana strategis, hingga aksi penanaman pohon di lapangan,” ujarnya.

BACA JUGA  Turnamen Esport Meriahkan Open House Succes

Direktur ROA Sulawesi Tengah, Moch. Subarkah, menilai kerja sama ini sebagai upaya memperkuat praktik pendampingan masyarakat dengan dukungan keilmuan dan riset akademik.

“Kehadiran mahasiswa dan dosen di lokasi dampingan akan memperkaya proses pendampingan yang selama ini berjalan, sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan hutan dan bentang alam yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” jelas Subarkah.

Kolaborasi Fakultas Kehutanan Untad dan ROA Sulawesi Tengah ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, serta berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan hutan dan bentang alam Sulawesi Tengah.

BACA JUGA  Pemkot Bantah Minim Perhatian ke SDN 1 dan 2 Petobo