Kodam XXIII/Palaka Wira Libatkan UMKM dalam Pengembangan Lele Bioflok
Madika, Palu – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kodam XXIII/Palaka Wira melalui Satuan Peralatan Daerah Militer (Paldam) XXIII/PW terus mengembangkan inovasi budidaya perikanan air tawar berbasis bioflok di Markas Paldam, Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira dalam mengoptimalkan potensi satuan guna memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Program pengembangan budidaya lele, dibahas dalam pertemuan silaturahmi yang digelar di Markas Paldam XXIII/PW, Jalan Maluku, Rabu (11/2/2026).
Pertemuan itu dihadiri Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, Kapaldam XXIII/PW Kolonel Cpl Anthoni P. Sinaga, serta sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah.
Kepala Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu (BPPMHKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Hamza, yang turut hadir, mendorong Paldam XXIII/PW segera mengantongi sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).
Sertifikasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk sehingga mampu menembus pasar ritel modern hingga peluang ekspor.
Sebagai bagian dari hilirisasi, Paldam XXIII/PW telah menghasilkan produk awal berupa lele kemasan beku (frozen food) yang diharapkan mampu memberi nilai tambah secara ekonomi.
Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita menyampaikan program tersebut merupakan wujud sinergi TNI AD dengan kementerian dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kapaldam XXIII/PW Kolonel Cpl Anthoni P. Sinaga menegaskan pengembangan budidaya ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan internal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat.
“Ke depan, kami akan meningkatkan kapasitas produksi dengan melibatkan masyarakat di luar militer. Ini merupakan kolaborasi terbuka untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sumarno, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk memfasilitasi keterlibatan pelaku UMKM dalam rantai pasok produksi.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menyusun dokumen perencanaan kerja lintas sektoral sebagai tindak lanjut pengembangan program secara berkelanjutan.
Dokumen tersebut akan menjadi bahan paparan kepada pimpinan daerah maupun pusat guna memperkuat dukungan kebijakan dan pengembangan program ke depan.
