MoonPay Luncurkan PayBox, Agen AI Kini Bisa Bertransaksi Langsung di Internet
Madika, Jakarta – Perusahaan teknologi finansial global, MoonPay, resmi meluncurkan PayBox pada 29 Juli 2026.
Platform yang disebut sebagai payment vault pertama di dunia ini memungkinkan agen kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan Claude melakukan transaksi keuangan secara langsung di internet dengan tetap menjaga kendali penuh di tangan pengguna.
Peluncuran PayBox menjadi langkah baru dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital berbasis AI.
Teknologi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan transaksi yang aman seiring meningkatnya penggunaan agen AI dalam berbagai aktivitas daring, mulai dari reservasi restoran, belanja online, hingga pemesanan perjalanan.
Melalui PayBox, pengguna cukup menghubungkan layanan tersebut ke agen AI menggunakan konektor khusus, kemudian memberikan instruksi dalam bahasa alami.
AI akan menyiapkan transaksi sesuai permintaan, sementara pengguna tetap harus memberikan persetujuan menggunakan sistem passkey sebelum dana dipindahkan.
CEO dan Founder MoonPay, Ivan Soto-Wright, mengatakan evolusi sistem pembayaran kini memasuki fase baru, di mana transaksi dapat dilakukan langsung melalui percakapan dengan AI.
“Kartu menyembunyikan uang tunai. Ponsel menyembunyikan kartu. Kini uang menghilang ke dalam percakapan. Miliaran agen AI akan online, dan setiap agen itu perlu memegang, memindahkan, dan membelanjakan uang dengan aman. PayBox adalah produk yang memang kami bangun sejak awal,” ujarnya.
PayBox dibangun menggunakan standar terbuka x402, teknologi pembayaran berbasis agen yang awalnya dikembangkan Coinbase dan kini dikelola Linux Foundation.
Standar tersebut didukung lebih dari 20 organisasi teknologi global, di antaranya AWS, Visa, Mastercard, Stripe, Shopify, dan Anthropic.
Dari sisi keamanan, MoonPay menerapkan teknologi multi-party computation (MPC) dan trusted execution environments (TEEs) untuk melindungi kunci dompet kripto pengguna. Dengan sistem tersebut, tidak ada satu pihak pun, termasuk MoonPay maupun agen AI, yang memiliki akses penuh terhadap kunci privat pengguna.
Chief Engineer MoonPay Labs, Neeraj Prasad, menegaskan bahwa pengguna tetap menjadi satu-satunya pihak yang mengendalikan dana mereka.
“PayBox menggabungkan dompet kripto dan kartu pembayaran dalam vault non-kustodian. Pengguna tetap satu-satunya pihak yang mengendalikan dana mereka,” katanya.
MoonPay juga menyediakan dua pilihan mekanisme transaksi. Pada mode Always Ask, setiap transaksi harus mendapatkan persetujuan manual dari pengguna.
Sementara mode Autonomous memungkinkan AI melakukan transaksi secara otomatis sesuai batasan yang telah ditentukan sebelumnya oleh pemilik akun.
Pada tahap awal, PayBox telah terintegrasi dengan sejumlah layanan daring, termasuk AgentRes.dev untuk reservasi restoran, Purch.xyz untuk belanja online, dan BRIJ.fi untuk pemesanan penerbangan.
Platform tersebut mendukung berbagai jaringan blockchain utama, seperti Solana, Ethereum, Hyperliquid, Tempo, Base, Robinhood Chain, Arbitrum, dan Polygon. Dalam beberapa bulan ke depan, MoonPay berencana menambahkan fitur token swaps, perdagangan perpetual futures, serta manajemen likuiditas keuangan terdesentralisasi (DeFi).
MoonPay sendiri merupakan salah satu perusahaan fintech terbesar di sektor aset digital dengan valuasi lebih dari USD 3,4 miliar atau sekitar Rp54,4 triliun setelah putaran pendanaan pada 2025.
Peluncuran PayBox dinilai menjadi langkah strategis MoonPay dalam memperkuat posisinya di industri teknologi finansial sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan transaksi digital yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan.