Madika, Palu – Sejumlah anggota Palu mempertanyakan tujuan Walikota memboyong Lurah se- hingga ke Singapore.

Hal tersebut menimbul dugaan dikalangan DPRD, jika Walikota beserta para lurah hanya bersenang-senang.

“Tujuan awalnyakan Batam, plesiranya ke Singapore. Sebenarnya tidak ada masalah. Tapi kalau Singapore mau dijakan pembanding maka itu beda konteks. Budaya mereka lebih tertib, kenapa tidak mencari pembanding di kota-kota yang sudah pernah mendapatkan adipura,” Kata Ketua Nasdem, Muslimun.

Dirinya juga menyebut Batam buka kota yang tepat jika ingin dijadikan pembanding. Selain itu, kepergian Walikota bersama 46 Lurah juga dianggap kurang elok di tengah banyaknya permasalahan di Palu.

“Inikan konteksnya menjadi tidak baik, disaat masyarakat susah, permasalahan retrebusi yang belum maksimal tapi semua Lurah diboyong kesana, ini ada apa. Lantas apa yang bisa dipetik dari Batam, konteksnya kalau mau dikonekkan dengan Perda (Peraturan Daerah) apa.”lanjut Kimun sapaan akrabnya.

BACA JUGA  AMPG Sulteng Serukan Pengunduran Diri Keanggotaan KNPI

Dirinya juga menyebut, studi banding ke Batam adalah cara Walikota untuk menyenengakan ASN (Aparatur Sipil Negara). Menurutnya masih banyak cara lebih elegan, untuk meyenangkan ASN.

“Kalau mau menyenangkan ASN bukan begini caranya. Caranya adalah, kerjar itu target retrebusi, sosialisasi kasih maksimal. Kalau itu tercapai, PAD juga naik. Maka secara otomatis berdampak juga bagi ASN,”tandasnya.

Sementara, Ketua Golkar Ahmad Umaiyer enggan berkomentar banyak. Dirinya mengaku tidak mengetahui pasti tujuan Walikota beserta 46 lurah ke Batam. Bahakan ia terkejut ketika mengetahui mereka sampai ke Singapore.

“Sebenarnya tidak ada masalah. Saya juga belum dapat informasi jelas apa tujuan mereka semua ke Batam. Kalau sampai ke Singapore, itu pake anggaran dari mana. Memangnya ada anggaran perjalanan ke luar negeri untuk lurah,” kata Ahmad.

Menurutnya tujuan dan maksud dari Walikota memboyong semua Lurah baru diketahui saat mereka tiba di Palu. Dirinya juga menegaskan, agar segala sesuatu yang dilakukan oleh walikota memiliki asas manfaat yang jelas.Dirinya juga turut mempertanyakan kejelasan dari lokasi studi banding yang dituju. Apakah ke Batam atau Singapore.

“Setau saya, pak Wali lurah dan Camat ke Batam. Jadi endak mungkin mereka menggunakan ke Songapore,”lanjutnya.

BACA JUGA  Disnakertrans Ajak Pencaker Ikut Pelatihan Gratis

Hal berbeda justru dikemukakan oleh ketua , Achmad Alaydrus. Dirinya merasa studi banding yang dilakukan memang hanya bertujuan Plesiran karena tidak ada kejelasan informasi yang disampaikan ke DPRD.

“Saya ingat dipriode sebelumnya, Lurah juga pernah diboyong Walikota. Tetapi, agenda dan tujuannya jelas. Ini, tujuannya ke mana yang dituju tempat lain.”kata Achamad.

Pria yang kerap disapa Niko ini juga menjelaskan. Harusnya kota lebih terbuka ke DPRD selaku mitra kerja.

Menurutnya, jika studi banding ke Batam memiliki asas manfaat yang jelas, maka dirinya akan mendukung secara penuh apa yang menjadi program .

“Inikan tidak jelas, apa yang mau dibuat disana. Kalau memang jelas tujuannya, saya orang pertama yang akan mempromosikan apa yang dilakukan oleh bapak walikota.”pungkasnya.

BACA JUGA  Wawali Ajak Masyarakat Palu Gunakan Hak Suara

Anggota DPRD lainnya, Mutmainah Korona mengaku tidak mempermasalahkan wilayah yang dituju untuk melakukan studi banding. Namun menurutnya, jika berbicara menyangkut adipura. Seharunya pemeritah kota, dalam hal ini walikota lebih jeli melihat wilayah yang akan menjadi pembanding demi meraih adipura.

“Tidak ada masalah dimana pun mereka melakukan studi banding. Namun jika tujuan studi banding ke Batam untuk meraih adipura, menurut saya itu kurang layak. Karena karakterristis masyarakat Batam dengan Palu berbeda, masih banyak daerah yang bisa dijadikan percontohan.” Katanya.

Meski demikian, politisi Nasdem ini berharap studi banding tersebut dapat memberi dampak perubahan bagi . Walaupun dirinya juga tidak mengetahui secara pasti tujuan studi banding ke Batam.

“Kita tunggu saja apa hasil dari rombongan Lurah dan Walikota ke Batam.” Pungkasnya. (Sob)