Madika, - Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Nuning Rodiyah, mengungkapkan pihaknya memiliki salah satu program prioritas yaitu Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP).

“Kenapa gerakan ini penting dilakukan? Salah satunya karena kondisi global saat ini penduduk kita surplus gadget,” ungkap Nuning saat menjadi narasumber Bimtek Literasi Digital di pada Sabtu 2 Juli 2022.

Diketahui, GLSP digagas KPI sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran yang  mengamanatkan KPI bersama masyarakat untuk melakukan literasi media.

GLSP juga bertujuan mengajak pemirsa atau masyarakat lebih kritis menanggapi pesan media melalui televisi dan radio. Dikatakan, membekali masyarakat dengan keterampilan literasi menjadi cara melindungi dari konten-konten negatif seperti hoaks, hatespeech, pornografi dan kekerasan yang potensial turut hadir sebagai residu dari kemajuan teknologi.

BACA JUGA  Disbunnak: Sebagian Sapi Kurban Terjangkit Cacing Hati

“Data 2019 menyebutkan, hoaks paling tinggi tentang konten dan pemerintahan. Sebentar lagi kita mau 2024, ini menjadi tantangan, maka urgensi dari gerakan literasi penting,” tandas Nuning.

Sebelumnya, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah () , Drs Indra A Yosvidar MAP, mengungkapkan masyarakat, khususnya mahasiswa harus siap menghadapi era digital.

“Mau tidak mau atau suka tidak suka, kita harus siap menghadapi era digital ini,” ucapnya saat pembukaan Bimbingan Tenis (Bimtek) Literasi Digital di , Jumat 1 Juli 2022.

Bimtek dilaksanakan bekerjasama dengan KOHATI BADKO Sulteng. Tema yang diusung yaitu “Cerdas Bermedia di Era Digital” dengan peserta mahasiswa/mahasiswa di Kota Palu.

BACA JUGA  Hanura Sulteng Dorong Hadianto Maju Pilgub, Meski saat Pendaftaran ke KPU Hanya Diwakili Sekertaris DPD

Indra mengatakan literasi digital merupakan salah satu fokus program Provinsi Sulteng. Disebut, dalam era digital saat ini peluang usaha bidang penyiaran semakin besar karena kesempatan terbuka lebar.

“Oleh karena itu dituntut peningkatan sumber daya manusia. Ini kesempatan kepada adek-adek sekalian (mahasiswa),” pungkas Ketua KPID Sulteng. (*)