Madika, Palu – Sulawesi Tengah baru saja kehilangan sosok figur pemimpin, guru dan tokoh panutan, dia adalah almarhum Prof (EM) Drs H Aminuddin Ponulele MS yang telah tutup usia pada Rabu 27 Januari 2021.

Ketua Perjuangan Provisi Sulawesi Tengah, H Muharram Nurdin adalah satu yang banyak mengukir kisah dan kenangan bersama almarhum.

Muharram mengenal almarhum Prof Aminuddin sejak saya menjadi mahasiswa tahun 1990, sebelumnya almarhum pembantu rektor I yang membidangi akademik. Setelah itu almarhum jadi rektor .

“Ketika almarhum jadi rektor saya salah satu mahasiswa yang sering berhadap-hadapan karena posisi saya sebagai aktivis mahasiswa,” ceritanya.

Selepas jadi mahasiswa Muharram kembali bertemu dengan almarhum di DPRD Provinsi . “Saya ingat betul tahun 1999 saya menjadi pimpinan sementara DPRD almarhum adalah salah satu anggota DPRD yang taat pada aturan tata tertib, almarhum selalu hadir tepat waktu dan mengikuti persidangan sampai selesai. Kepiawaian dia mengelola politik mengantar almarhum dipilih secara aklamasi menjadi ketua DPRD sementara tiga wakilnya dipilih melalui proses voting tertutup,” kisahnya.

Hanya satu tahun setengah bersama-sama di DPRD kemudian dia (almarhum) terpilih menjadi gubernur tahun 2001-2006. Kembali Muharram menjadi mitra dengan posisi sebagai anggota DPRD dan almarhum adalah gubernur Sulteng.

BACA JUGA  Kelangkaan Solar Mengemuka Saat Rezki Bertemu Warga Masomba

Tahun 2014 kembali bersama-sama di DPRD Provinsi, almarhum menjadi ketua DPRD dan Muharram salah satu wakilnya.

“Menurut saya almarhum sangat paripurna karena semasa hidupnya pernah mengabdi sebagai guru, dosen dan rektor. Sementara jabatan politiknya di eksekutif sebagai gubernur dan di legislatif empat kali menduduki jabatan ,” ujarnya.

Selain sebagai ketua Sulteng, almarhum pernah jadi ketua Sulteng, Ketua PWI Sulteng dan pendiri benerapa yayasan sosial.

“Atas dasar tersebut diatas saya merasa kehilangan seorang figur pemimpin, guru dan tokoh panutan. Untuk itu Perjuangan Sulteng mengucapkan bela sungkawa yang dalam,” ungakpnya.(*)