Dua Nelayan Dikabarkan Hilang Usai Kapal Rompon Putus
Madika, Parigi Moutong – Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Parigi melaksanakan Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal rompon yang putus dan hanyut di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang nelayan dinyatakan hilang. Informasi kejadian diterima dari Rahmat selaku pemilik kapal pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 08.12 Wita.
Berdasarkan laporan tersebut, kapal rompon dilaporkan putus dan hanyut sejak Selasa, 20 Desember 2025, sekitar pukul 15.25 Wita, dan hingga kini belum diketahui keberadaannya atau lost contact.
Lokasi kejadian berada di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Parigi, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan perkiraan koordinat 0°52’02.0″S – 121°01’24.1″E.
Posisi lokasi berada pada heading 319 derajat arah tenggara dari Pos SAR Parigi dengan jarak sekitar 37 Nautical Mile (Nm) dan estimasi waktu tempuh sekitar empat jam.
Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh pihak keluarga dan masyarakat nelayan setempat. Namun, hingga laporan diterima Basarnas, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.
Pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 08.29 Wita, Tim Rescue Pos SAR Parigi diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan KM Aries milik perusahaan. Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi pada pukul 12.29 Wita.
Dua korban yang dilaporkan hilang masing-masing bernama Marzuki (50) dan Wisno Bahalamu (48). Keduanya berjenis kelamin laki-laki.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, yakni Tim Rescue Pos SAR Luwuk, Polair Parigi, Pos TNI AL Parigi, BPBD Parigi, pihak perusahaan, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan sejumlah alat utama, antara lain rescue car, KM Aries, peralatan navigasi, perahu SAR (Persar Water), peralatan komunikasi, palsar medis, dan palsar evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan operasi pencarian secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia.
“Setelah menerima laporan, kami langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian. Operasi SAR ini kami lakukan secara terpadu bersama unsur terkait. Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Muh. Rizal.
Basarnas juga mengimbau seluruh nelayan dan pengguna jasa laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan kelayakan kapal, serta melengkapi diri dengan alat keselamatan guna meminimalisir risiko kecelakaan di laut.