Madika, Palu – Bank Sulteng terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah melalui penerapan program digitalisasi perbankan.

Salah satu inovasi yang dijalankan yakni Digital Lounge self service banking dan hybrid branch yang telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pemimpin Divisi Pemasaran Dana dan Jasa Bank Sulteng, Kiki Christiana, mengatakan Digital Lounge memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mengakses berbagai layanan secara mandiri tanpa harus melalui customer service.

“Digital Lounge ini sudah mendapat persetujuan dari OJK. Layanan ini memudahkan nasabah Bank Sulteng untuk mengurus kartu ATM yang kedaluwarsa atau rusak, serta melakukan pengecekan rekening koran secara mandiri,” ujar Kiki Christiana, saat ditemui Kamis (21/1/2026).

BACA JUGA  Ibrahim Hafid Dukung Usaha Abon Ikan Cakalang Desa Biga

Selain Digital Lounge, Bank Sulteng juga menerapkan program digitalisasi hybrid branch yang memungkinkan satu teller melayani hingga tiga nasabah secara bersamaan.

“Kami memiliki program digitalisasi hybrid branch yang memungkinkan satu teller melayani tiga nasabah sekaligus. Hal yang sama juga berlaku untuk customer service yang dapat melayani hingga tiga nasabah secara bersamaan, baik untuk pembukaan buku tabungan maupun layanan lainnya di Bank Sulteng,” jelasnya.

Kiki mengungkapkan, penerapan digitalisasi ini berangkat dari berbagai masukan nasabah terkait antrean pelayanan yang sebelumnya cukup panjang.

“Sebelumnya Bank Sulteng kerap mendapat masukan terkait pelayanan karena banyaknya antrean. Program digitalisasi ini kami harapkan dapat meningkatkan layanan kepada nasabah,” katanya.

BACA JUGA  Proyek Nikel PT Vale IGP Pomalaa Capai 49 Persen, Investasi USD 4,5 Miliar

Menurut Kiki, digitalisasi layanan juga berdampak pada pengurangan penggunaan kertas atau paperless. Seluruh proses pelayanan kini dilakukan secara digital tanpa sistem tulis-menulis.

“Digitalisasi ini mengurangi penggunaan kertas. Tidak ada lagi sistem tulis-menulis karena semua dilakukan secara digital,” ujarnya.

Untuk mendukung penerapan sistem tersebut, Bank Sulteng juga memberikan edukasi kepada seluruh unsur layanan, termasuk petugas keamanan, agar dapat membantu nasabah memahami sistem digital yang diterapkan.

“Kami memberikan edukasi hingga kepada security agar nasabah tidak kebingungan dengan sistem ini. Fokus kami saat ini adalah edukasi kepada nasabah terkait program digitalisasi,” jelas Kiki.

Sejak diterapkan, program digitalisasi Bank Sulteng telah mencatat hampir 100 transaksi. Saat ini, sistem digital tersebut telah berjalan di Bank Sulteng Cabang Kota Palu, Bungku, dan Luwuk.

BACA JUGA  Saham Tak Mencapai 51%, DPRD dan Pemprov Tarik Ranperda Perubahan Bentuk Hukum Bank Sulteng