Madika, Donggala – Kelompok Perempuan Maju Jaya Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, mengikuti pelatihan pencatatan keuangan sederhana yang dilaksanakan Perkumpulan Relawan untuk Orang dan Alam atau ROA dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penguatan pengetahuan komunitas, Senin (11/5/2026).

Pemateri pelatihan keuangan komunitas, Buhana, mengatakan pencatatan keuangan yang baik menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha kelompok.

“Pencatatan keuangan yang baik menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha. Dengan catatan yang rapi, kelompok dapat mengetahui kondisi keuangan usaha, mengevaluasi perkembangan usaha, serta mengambil keputusan yang lebih tepat untuk keberlanjutan usaha di masa mendatang,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar pencatatan keuangan, mulai dari mencatat pemasukan, pengeluaran, saldo kas, hingga perhitungan keuntungan usaha.

BACA JUGA  Empat Produk Komunitas Asal Sulawesi Tengah Akan Hadir di Festival PARARA

Materi disampaikan secara interaktif menggunakan contoh-contoh yang disesuaikan dengan aktivitas usaha ternak yang dijalankan kelompok sehingga peserta dapat langsung memahami dan mempraktikkannya.

“Kami berupaya agar pencatatan keuangan yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan dapat dijalankan secara bertahap dengan banyak praktik pengelolaan keuangan sehingga kelompok mulai terbiasa. Jika terjadi kesalahan dalam pencatatan dapat dievaluasi dan menjadi pembelajaran untuk perbaikan selanjutnya,” kata Buhana.

Kelompok Usaha Ternak Perempuan Maju Jaya merupakan kelompok perempuan yang mengembangkan usaha ternak dengan dukungan PT Mamuang sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di Desa Rio Mukti.

Melalui pelatihan tersebut, anggota kelompok diharapkan mampu mengelola keuangan usaha secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

BACA JUGA  Pelatihan Pengelolaan Ternak, Perempuan Donggala Didorong Kembangkan Usaha

Peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi terkait berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan kelompok.

Selain itu, peserta juga melakukan praktik langsung menyusun buku kas sederhana yang dapat digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Salah seorang peserta pelatihan, Nengah Wantri, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru mengenai pengelolaan keuangan usaha.

“Saya butuh bagaimana detailnya dalam mengelola keuangan agar kelompok kami lebih maju dari sebelumnya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan anggota Kelompok Perempuan Maju Jaya, Wayan Ani.

Ia mengaku kini mulai memahami cara mencatat pemasukan dan pengeluaran serta mengelola keuangan kelompok.

BACA JUGA  Sulteng Kekurangan Kapal Tongkang

“Dengan adanya kegiatan-kegiatan ini jadi semangat untuk terus memajukan kelompok ini,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, ROA berharap kapasitas anggota kelompok perempuan semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek produksi usaha ternak, tetapi juga dalam pengelolaan administrasi dan keuangan.

Penguatan kapasitas itu diharapkan mampu mendukung keberlanjutan usaha kelompok sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya.