PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel, Laba Semester I 2026 Tembus US$104 Juta
Madika, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mencatat peningkatan kinerja operasional dan keuangan sepanjang kuartal II 2026.
Perseroan membukukan EBITDA sebesar US$116 juta atau meningkat 45 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$80 juta. Laba bersih juga tumbuh 39 persen menjadi US$61 juta dari sebelumnya US$44 juta.
Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan produksi dan harga jual nikel, yang turut mendorong pertumbuhan profitabilitas perusahaan.
Pada periode April–Juni 2026, PT Vale memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam matte, naik dibandingkan produksi kuartal I yang mencapai 13.620 metrik ton.
Penjualan nikel matte tercatat sebesar 13.932 metrik ton dengan harga realisasi rata-rata US$14.765 per ton.
Secara keseluruhan selama semester pertama 2026, PT Vale membukukan pendapatan sebesar US$543 juta, EBITDA US$196 juta, dan laba bersih US$104 juta. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan kemajuan industri hilirisasi nikel Indonesia ditandai dengan tibanya autoclave untuk Proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Sambalagi yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.
“Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Bernardus.
Ia menambahkan, PT Vale akan terus mempercepat pengembangan proyek-proyek HPAL untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang merupakan produk antara penting dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.
Selama kuartal II 2026, perusahaan juga merealisasikan belanja modal sekitar US$116 juta guna mendukung keberlanjutan operasi sekaligus pengembangan proyek-proyek strategis.
Hingga 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas tercatat sebesar US$111 juta. Penurunan posisi kas dibandingkan kuartal sebelumnya terutama disebabkan aktivitas investasi yang masih berlangsung.
Dari sisi laporan keuangan, pendapatan PT Vale pada kuartal II mencapai US$290,4 juta, meningkat dari US$252,7 juta pada kuartal sebelumnya. Laba sebelum pajak tercatat sebesar US$87,3 juta, sedangkan laba periode berjalan mencapai US$60,8 juta.
Sementara itu, total aset perseroan per 30 Juni 2026 mencapai US$3,38 miliar dengan total ekuitas sebesar US$2,83 miliar.
Meski arus kas digunakan untuk mendukung investasi dan pembayaran dividen, PT Vale menegaskan tetap menjalankan alokasi modal secara disiplin untuk menjaga ketahanan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.