KOSPI Anjlok 10,84 Persen, Kepanikan Saham AI Guncang Bursa Korea Selatan
Madika, Jakarta – Bursa saham Korea Selatan mengalami gejolak tajam setelah indeks utama KOSPI anjlok 10,84 persen dalam perdagangan Selasa (28/7/2026).
Penurunan drastis tersebut memicu penghentian sementara perdagangan (circuit breaker) di Korea Exchange (KRX) di tengah aksi jual besar-besaran saham sektor semikonduktor.
KOSPI ditutup di level 6.023,66 poin, merosot 732,09 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan tersebut dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi pecahnya gelembung investasi kecerdasan buatan (AI), aksi jual saham oleh investor asing, serta meningkatnya persaingan teknologi dari China.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi, terutama emiten semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, yang menjadi sasaran aksi jual dalam jumlah besar.
Penurunan tajam itu mendorong otoritas bursa mengaktifkan mekanisme circuit breaker, yakni penghentian perdagangan sementara untuk meredam kepanikan pasar dan memberikan waktu bagi investor mengevaluasi kondisi.
Meski sempat mengalami tekanan berat, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hingga perdagangan Jumat (31/7/2026), indeks KOSPI tercatat berada di level 6.378,68 poin, naik sekitar 14,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Kenaikan tersebut menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan investor setelah aksi jual ekstrem yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Namun, pelaku pasar masih mencermati perkembangan sektor kecerdasan buatan, industri semikonduktor, serta dinamika persaingan teknologi global yang dinilai tetap berpotensi memengaruhi pergerakan pasar.
Gejolak yang terjadi di KOSPI menjadi salah satu koreksi terbesar di pasar saham Korea Selatan tahun ini dan mencerminkan tingginya sensitivitas investor terhadap perkembangan industri AI serta sektor teknologi yang selama beberapa tahun terakhir menjadi motor utama pertumbuhan pasar modal negara tersebut.