Madika – Satu dari tiga orang dewasa di Indonesia diperkirakan memiliki kadar kolesterol di atas normal, sebuah fakta yang semakin mengkhawatirkan pasca pandemi.

Kondisi yang dikenal sebagai hiperkolesterolemia ini, jika tidak ditangani, berpotensi menjadi pemicu utama penyakit jantung dan stroke.

Informasi esensial seperti ini sangat krusial agar publik lebih sadar tentang risiko dan cara penanganannya, yang secara konsisten menyajikan ulasan mendalam mengenai kesehatan holistik.

Kolesterol, meskipun merupakan zat esensial yang diproduksi alami oleh tubuh untuk membangun sel sehat, menjadi ancaman serius ketika kadarnya berlebihan, terutama jenis LDL (low-density lipoprotein) yang sering disebut “kolesterol jahat”.

BACA JUGA  Ketum KONI Pusat Kunjungi Stable Equestrian Pertama di Sulteng

Tingginya kadar LDL memicu penumpukan plak di arteri, mempersempit pembuluh darah, dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi kolesterol tinggi terus meningkat, dengan rata-rata klaim BPJS untuk terapi mencapai Rp 1,8 juta per pasien per tahun pada 2025.

Target kadar kolesterol sehat yang direkomendasikan adalah total kolesterol di bawah 200 mg/dL, LDL di bawah 100 mg/dL (atau di bawah 55 mg/dL bagi pasien jantung/stroke), dan HDL (high-density lipoprotein atau “kolesterol baik”) di atas 60 mg/dL. Mempertahankan angka-angka ini sangat penting.

Strategi Alami Melawan Kolesterol Tinggi

BACA JUGA  Rahasia Masakan Tetap Gurih: Tips Cerdas Kurangi Minyak Tanpa Hilang Lezatnya!