Ketua DPRD Sulteng: Adat Jadi Kekuatan Utama Menjaga Persatuan
Madika, Palu – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah H. Mohammad Arus Abdul Karim menegaskan keberadaan lembaga adat merupakan kekuatan utama dalam menjaga persatuan, keharmonisan, dan keberlangsungan pembangunan di Sulawesi Tengah.
Penegasan itu disampaikan Arus Abdul Karim saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Sulawesi Tengah Masa Bhakti 2026–2031 di Gedung Bidarawasia, Palu, Kamis (6/8/2026).
Arus Abdul Karim yang juga Ketua DPD Golkar Sulawesi Tengah menyampaikan, adat bukan sekadar warisan leluhur, tetapi merupakan fondasi moral yang harus terus hidup di tengah arus modernisasi.
Menurutnya, nilai-nilai adat memiliki peran strategis dalam memperkuat persaudaraan, menyelesaikan persoalan sosial secara arif, serta menjadi perekat keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah.
“Adat adalah identitas dan kekuatan besar yang dimiliki Sulawesi Tengah. Ketika adat dijaga dan dihormati, maka persatuan akan semakin kokoh, kehidupan masyarakat semakin harmonis, dan pembangunan akan berjalan dengan lebih bermartabat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus BMA Sulawesi Tengah yang baru dilantik.
Arus berharap kepengurusan tersebut mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya, memperkuat sinergi dengan pemerintah, serta menjadi mitra strategis dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Menurut Arus, tantangan zaman menuntut lembaga adat untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju, rukun, dan berbudaya.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Dirjen Produk Hukum Daerah Kemendagri, pejabat kementerian, unsur Forkopimda, Bupati Sigi, serta sejumlah ketua DPRD kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Hadir pula tokoh adat, tokoh masyarakat, raja dari daerah tetangga, termasuk dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara, pimpinan organisasi, serta tamu undangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Ketua DPRD Sulawesi Tengah itu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ia meyakini kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Pelantikan Pengurus BMA Sulawesi Tengah Masa Bhakti 2026–2031 berlangsung khidmat dan semarak. Para tamu undangan disuguhi tarian selamat datang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya pengabdian Pengurus BMA Sulawesi Tengah periode 2026–2031 dalam memperkuat eksistensi adat sebagai perekat persatuan dan bagian penting dalam pembangunan daerah.