Dugaan Manipulasi MCU Klinik IMIP, Aristan Desak Polisi Usut Transparan
Madika, Palu – Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, Aristan, menyoroti dugaan manipulasi hasil pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) calon tenaga kerja di Klinik IMIP.
Aristan mendorong kepolisian segera memproses laporan terkait kasus tersebut secara transparan dan objektif. Menurutnya, pencari kerja tidak boleh dirugikan akibat hasil pemeriksaan kesehatan yang diduga bermasalah.
“Menurut saya, kasus Klinik IMIP ini harus dibuka secara terang dan objektif, tidak boleh ada seorangpun pencari kerja boleh dirugikan akibat dari sebuah hasil pemeriksaan kesehatan yang diduga salah dan manipulatif,” kata Aristan, Senin (31/8/2026).
Ia mengatakan, jika terbukti terdapat kesalahan diagnosis, kelalaian prosedur, atau manipulasi hasil pemeriksaan yang berdampak pada penolakan seseorang untuk bekerja, persoalan tersebut harus ditangani secara serius.
Menurut politisi Partai NasDem itu, persoalan tersebut menyangkut hak seseorang untuk memperoleh pekerjaan dan memperbaiki kehidupan keluarganya.
“Karena itu, kita harus mendorong agar laporan polisi yang bersangkutan segera diproses secara transparan,” tambahnya.
Aristan juga mengapresiasi langkah Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulteng yang telah mulai mengumpulkan data dan melakukan pemeriksaan dari sisi prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Namun, ia berharap pengawasan dilakukan secara menyeluruh dan terbuka serta tidak berhenti pada persoalan administratif.
“Nakertrans harus bisa menjelaskan secara terbuka kepada publik bagaimana standar MCU ditetapkan? Bagaimana hasil pemeriksaan diverifikasi? Apakah tersedia mekanisme pemeriksaan ulang dan keberatan bagi calon pekerja? Siapa yang bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan? Dan yang paling penting, apakah sistem rekrutmen di kawasan industri telah memberikan perlindungan yang memadai kepada pencari kerja?” tegas Aristan.