Jelang Kongres PSSI, Pergantian Ketua Askab di Sulteng Tuai Pertanyaan
Madika, Palu — Pengamat sepak bola Sulawesi Tengah, Farden Saino, mempertanyakan pergantian sejumlah ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI secara serentak menjelang pelaksanaan Kongres PSSI.
Menurut Farden, pergantian pengurus dalam jumlah besar hanya dua hingga tiga hari sebelum kongres menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Ia menilai, pergantian pengurus semestinya memiliki alasan yang jelas, terutama jika berkaitan dengan pelanggaran atau kesalahan dalam menjalankan organisasi.
“Kalau satu-dua orang diganti karena ada kesalahan, masih wajar. Tapi kalau tiba-tiba sebagian besar ketua Askab diganti hanya dua-tiga hari menjelang kongres, itu jadi pertanyaan besar masyarakat,” kata Farden.
Farden mengungkapkan, dirinya baru saja menerima surat keputusan resmi dari PSSI untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) PSSI Kabupaten Poso. Berbekal kecintaan dan semangatnya terhadap sepak bola, ia langsung bergerak melengkapi kepengurusan agar kegiatan sepak bola di Poso dapat difasilitasi dan berjalan dengan baik.
Namun, ketika roda organisasi mulai berjalan, pergantian kepengurusan kembali terjadi melalui keputusan ketua umum yang sebelumnya menerbitkan surat keputusan pengangkatannya.
“Pada saat roda organisasi mulai berjalan, tiba-tiba terjadi pergantian oleh ketum yang sama, yang beberapa bulan lalu meng-SK-kan kami. Aneh, kan?” ujarnya.