Farden Saino Sebut Kongres Asprov PSSI Sulteng Berisiko bagi Reputasi Gubernur
Madika, Palu – Pengamat sepak bola Sulawesi Tengah, Farden Saino, mengapresiasi desakan masyarakat agar Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid maju sebagai calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulteng. Namun, ia menyarankan Anwar tidak masuk ke dalam kontestasi jika proses pemilihan dinilai bermasalah sejak awal.
Farden menilai Anwar memiliki rekam jejak dalam kegiatan sepak bola, bahkan sebelum menjabat gubernur. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilakukan Anwar secara mandiri selama ini menunjukkan perhatian terhadap perkembangan sepak bola di Sulawesi Tengah.
“Saya tentu sangat mengapresiasi keinginan masyarakat banyak, karena saya pun merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Gubernur AH sudah sangat terbukti jauh sebelum menjadi seorang gubernur. Beliau telah melakukan banyak sekali kegiatan sepak bola secara mandiri. Bahkan, menurut pandangan saya, beliau telah melakukan bagian dari tugas Asprov,” kata Farden, ditemui Kamis (29/10/2026).
Meski demikian, Farden menyoroti sejumlah hal menjelang kongres Asprov PSSI Sulteng yang menurutnya menimbulkan pertanyaan. Salah satunya adalah pergantian pelaksana tugas (Plt) ketua Askab yang disebut terjadi tiga hari menjelang kongres.
Ia juga mempertanyakan munculnya persyaratan bagi calon ketua Asprov untuk menyiapkan dana Rp1 miliar. Menurut Farden, persyaratan tersebut tidak lazim dalam konteks sepak bola di Sulawesi Tengah.
Kondisi itu, kata dia, perlu menjadi perhatian karena proses pemilihan yang dinilai tidak sehat dapat memengaruhi jalannya kontestasi.
Farden menegaskan, meskipun dirinya berharap Anwar Hafid bersedia maju sebagai calon ketua Asprov, ia tidak ingin gubernur terseret dalam proses yang menurut pandangannya sarat persoalan.
“Jika proses tidak benar sejak awal dengan merekayasa struktur di tingkat Askab, ini menunjukkan bahwa arena tersebut tidak sehat. Maka, walaupun saya juga sangat berharap Pak Gubernur yang sudah teruji masuk sebagai calon ketua, tetapi sebagai sahabat, saya tentu tidak ingin Kakanda AH masuk di ruang ini,” ujarnya.
Ia menyarankan Anwar mempertimbangkan risiko terhadap reputasi dan integritasnya apabila terlibat dalam kontestasi yang prosesnya dipersoalkan.
“Maka saran pribadi saya, sebaiknya Gubernur tidak berada di pusaran politik kotor ini agar tidak merusak reputasi dan integritas beliau yang sudah teruji di mata publik,” kata Farden.
Ia menggambarkan kontestasi yang prosesnya telah dikondisikan sebagai pertandingan sepak bola yang hasilnya seolah-olah sudah ditentukan sebelum dimulai.
“Dalam sistem yang dikondisikan, sebesar berapa pun finansial, logistik, dan dukungan yang dikerahkan akan menjadi sia-sia. Ibarat main bola, sudah diatur skornya sebelum dimulai,” tuturnya.
Atas dasar itu, Farden menilai Anwar lebih baik memusatkan perhatian pada tugas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah daripada terlibat dalam konflik organisasi olahraga yang dinilainya berpotensi sarat kepentingan pragmatis.
“Jauh lebih baik Pak Gubernur mencurahkan energinya untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. Berisiko jika kepala daerah terdistraksi oleh konflik organisasi olahraga yang sarat kepentingan pragmatis. Lebih baik Kakanda Gub AH menjadi negarawan yang mengawasi dari luar,” pungkas mantan Exco PSSI Sulteng.