, – Mutmainah Korona, anggota , melakukan kunjungan langsung ke Dasar (SD) Nurul Islam yang masih terdampak pasca pada 28 September di Tawaeli, pada Kamis (15/6/2023).

Hingga saat ini, kondisi SD Nurul Islam masih jauh dari layak, dengan menghadapi berbagai kendala yang menghambat proses pembelajaran.

Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan ruangan kelas. Saat ini, hanya terdapat tiga ruangan kelas yang harus dibagi untuk dua kelas yang berbeda.

Kondisi ini mengakibatkan gangguan serius dalam proses belajar-mengajar. Ketika guru kelas 1 sedang mengajar, guru kelas 2 terpaksa harus menunda kegiatan belajarnya, begitu juga sebaliknya.

Mutmainah mengungkapkan keprihatinannya, “Sangat memprihatinkan, terutama fasilitas utama belajar seperti kursi dan meja bagi siswa yang sudah tidak layak pakai. Tidak hanya itu, lemari dan fasilitas lainnya juga tidak lagi dalam kondisi yang layak.”

BACA JUGA  DPRD Palu Geram! Desak Hukum Tegas untuk Penghina Guru Tua

Meskipun SD Nurul Islam telah mendapatkan bantuan hibah dari Palang Merah Indonesia (PMI) untuk pembangunan pondasi tahan gempa, dana yang diperoleh tidak mencukupi untuk menyelesaikan semua ruangan kelas.

Sebagai akibatnya, lantai dan dinding masih dalam kondisi kasar, bahkan ada beberapa yang belum memiliki dinding.

Sebagai politisi dari Partai Nasdem, Mutmainah meminta agar pemerintah kota, terutama , menjadi lebih peka dan proaktif dalam menangani kondisi seperti ini.

“Saya akan berkomunikasi dengan rekan-rekan di untuk mendorong mengalokasikan anggaran yang diperlukan untuk perbaikan ini,” lanjut Mutmainah.

BACA JUGA  Diah Tri Purwantini Komitmen Kawal Aspirasi Warga Kelurahan Talise Valangguni

“Kami juga menunggu informasi dari sekolah lain yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah kota terkait perbaikan. Kami berharap dapat mengunjungi sekolah-sekolah tersebut dan melanjutkan upaya ini agar segera difasilitasi oleh pemerintah,” tambahnya.

Penulis : Redaksi