Madika, Palu – Upaya Kota Palu meraih predikat Adipura Kencana mendapat dukungan dari tingkat kelurahan melalui peran Bank Sampah Poboya sebagai salah satu indikator penting dalam penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan kota.

Hal tersebut disampaikan Lurah Poboya, Muhammad Zulfin, dalam kegiatan Pengenalan Bank Sampah Kabelota Pasinggani di Kantor Kelurahan Poboya.

Ia menegaskan keberadaan bank sampah menjadi bagian strategis dalam mendukung penilaian Adipura Kencana.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat kelurahan menunjukkan komitmen warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Dukungan terhadap pembentukan Bank Sampah juga disampaikan PT Bumi Resources Mineral (BRM) yang diwakili Nurmansyah.

Ia mengapresiasi proses pembentukan bank sampah yang dinilai tidak mudah pada tahap awal, namun menunjukkan perkembangan berkat dukungan berbagai pihak. Ia menyatakan komitmen untuk terus mendukung kemajuan Bank Sampah Poboya ke depan.

BACA JUGA  1.300 Pohon Ditanam Serentak di Sulteng untuk Jaga Hutan dan Ekosistem Pesisir

Hal senada disampaikan M. Rizky Sultan selaku Officer PPM CSR PT Citra Palu Mineral (CPM). Ia menyatakan kesiapan dukungan kolaboratif dan membuka peluang kemitraan dalam mendukung operasional Bank Sampah.

Sementara itu, fasilitator lapangan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA Sulteng), Marlina, sebagai inisiator pembentukan kelompok bank sampah, memaparkan proses pembentukan yang dimulai sejak November.

Program tersebut merupakan bagian dari SOLUSI Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu. Ia juga menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembentukan.

“Pastinya banyak tantangan yang dihadapi dalam pembentukan Bank Sampah. Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, sekaligus berupaya melengkapi dokumen kelembagaan seperti AD-ART dan SOP agar tata kelola Bank Sampah bisa berjalan lebih kuat dan tertib,” tuturnya.

BACA JUGA  Fakultas Kehutanan Untad Gandeng ROA Sulteng Kembangkan Pendidikan dan Pengabdian Lingkungan

Ketua Bank Sampah Poboya, Yayan Sofyan, menjelaskan arti nama Kabelota Pasinggani yang berarti “Kebaikan Bersama”.

Ia mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk memberikan saran, masukan, serta bergabung menjadi anggota.

Secara teknis, pengelolaan sampah akan dilakukan melalui sistem penjemputan di setiap RT. Sampah dari setiap rumah akan dikumpulkan terlebih dahulu di tingkat RT sebelum diangkut ke lokasi Bank Sampah.

“Nanti kami akan sosialisasi ke setiap RT di Poboya terkait teknisnya. Langkah pertama, kita mengelola sampah plastik dahulu, setelah itu sampah jenis lainnya. Supaya kita dapat belajar dan mengevaluasi jika terdapat kesalahan,” tegas Yayan.

Di akhir kegiatan, panitia menyerahkan karung kepada perwakilan setiap RT sebagai simbol kerja sama antara Bank Sampah Poboya dan masyarakat.

BACA JUGA  Ada Perbedaan Data PL-Koperasi dan UMKM