Madika, Palu – Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melaksanakan Latihan Satuan di Air di perairan Teluk Tomini, Desa Kayu Bura, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (18/5/2026).

Latihan tersebut melibatkan 45 personel Basarnas Palu yang terdiri dari rescuer, operator komunikasi, tim medis, humas, dan potensi SAR.

Dalam simulasi, tim menggambarkan kondisi darurat ketika empat nelayan jatuh ke laut akibat gelombang tinggi.

Tim SAR kemudian melakukan pencarian menggunakan RIB 11, perahu karet, drone thermal, dan Aqua Eye, serta melibatkan tenaga medis untuk penanganan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR, Rusmadi, menegaskan latihan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel menghadapi kondisi darurat di lapangan.

BACA JUGA  Membidik Timnas Dari SPFA

“Latihan ini bukan sekadar simulasi. Kami ingin memastikan setiap personel benar-benar siap menghadapi kondisi nyata di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar Rusmadi.

Selain melatih kesiapsiagaan personel, kegiatan itu juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat pesisir. Nelayan dan warga diimbau menggunakan pelampung saat melaut serta segera melapor ke layanan darurat apabila terjadi kecelakaan di perairan.

Latihan ditutup dengan evaluasi bersama seluruh tim dan potensi SAR yang terlibat. Hasil evaluasi diharapkan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan keterampilan teknis, dan menumbuhkan budaya tanggap darurat di wilayah Sulawesi Tengah.

BACA JUGA  Informasi Penerimaan CPNS di Kanwil Kemenkumham Sulteng Hoax