Madika, Palu – Kota (Pemkot) Palu diminta membenahi pengelolaana usaha mikro kecil menengah () di bawah jembatan lalove. Usulan itu diutarakan salah satu , Sucipto S Rumu, ditemui, Sabtu (03/04/2021).

Dijelaskan, sangat tidak elok jika melihat para yang tidak tertata di sekitar area jembatan. Sebab jembatan lalove menjadi salah satu akses penghubung wilayah selatan dan , yang padat kendaraan.

“Di bawah area jembatan itu harusnya ada area ruang terbuka hijau. Kemarin itu diatur sepenuhnya oleh walikota lama dan kadis PU yang berdomisili dekat jembatan. Jadi kita harap walikota baru dapat membenahi kawasan itu.”kata Sucipto.

BACA JUGA  Ditolak Fraksi Gerindra, Pembelian 22 Unit Armada Pengangkut Sampah Tetap Disetuji

Penataan itu bertujuan untuk mengatur estetika kota, tanpa meninggalkan kearifan lokal serta mengutamakan yang berdomisili di sekitar wilayah jembatan.

Menurutnya, jika tertata dengan baik. Maka hal itu dapat memotivasi kalangan muda lainnya untuk berwirausaha. Karena diakuinya, masih banyak warga di sekitar lokasi yang membutuhkan pekerjaan.

“Dinas terkait harus terlibat, karena penataan kawasan itu tidak dapat dilakukan sendiri. Bisa saja, kalau sudah tertata. Pemuda di sekitar lokasi termotivasi untuk berwirausaha,”lanjutnya.

Politisi ini juga mempertanyakan, izin dari yang telah mendirikan bangunan semi permanen di sekitar area jembatan.

“Awalnya di sekitar lokasi itu peruntukannya taman. Kemudian siapa yang memberikan izin pelaku usaha mendirikan bangunan, nah ini semua yang harus ditata kembali,”pungkasnya.(Redaksi)

BACA JUGA  Pordasi Sulteng Genjot Potensi Atlit Berkuda