Madika, – Polda Sulawesi Tengah () akhirnya menahan tersangka FMI dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen Izin Usaha Pertambangan (IUP) di , Sulawesi Tengah.

“Benar, Polda Sulteng telah melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen IUP di ,” jelas Kabidhumas Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas AKBP Sugeng Lestari di saat menjawab konfirmasi media melalui pesan WhatsApp, Jumat (5/7/).

Tersangka FMI dipanggil dan diperiksa pada Rabu (3/7), dan setelah diperiksa, FMI langsung ditahan. “Penyidik akan melakukan penahanan terhadap tersangka FMI untuk 20 hari ke depan, sejak tanggal 3 Juli ,” terang AKBP Sugeng Lestari.

BACA JUGA  Jelang Sertijab, PJU Polda Sulteng dan Kapolres di Tes Urine Mendadak

FMI telah disangkakan melanggar Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) Jo. Pasal 55 dan Pasal 56 KUH Pidana, yaitu melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan/atau menggunakan surat palsu.

Kasus ini dilaporkan oleh (ABM), Happy Hayati, di Polda Sulteng sesuai dengan Laporan Nomor: LP/B/153/VII/2023/SPKT/Polda Sulteng tanggal 13 Juli 2023.

Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, Polda Sulteng menetapkan FMI sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan dokumen surat Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 1489/30/DBM/2023 yang ditujukan kepada Bupati Morowali.

Penetapan tersangka FMI tertuang dalam Surat Dirreskrimum Polda Sulteng Nomor: B/256/V/RES.1.9//Ditreskrimum tanggal 13 Mei 2024.

BACA JUGA  Polda Sulawesi Tengah Gelar Bakti Kesehatan Peringati HUT Bhayangkara ke-78

Diduga, tersangka FMI memiliki peran dalam membuat dan/atau memalsukan surat atas Surat Dirjen Minerba Nomor 1489 perihal penyesuaian IUP Operasi Produksi tertanggal 3 Oktober 2013.