Madika, – Donasi konsumen yang diberikan secara sukarela dari konsumen Alfamidi, telah disalurkan. Penyalurannya sendiri diberikan dalam bentuk bantuan sosial kepada masyarakat Indonesia.

Corporate Communications Alfamidi Arif L. Nursandi menjelaskan, penyaluran dana sukarela tersebut tidak hanya sekadar diberikan kepada warga terdampak -19, namun juga disalurkan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), bantuan bencana alam dan lain sebagainya.

Dari data yang ada, sejak April 2020. 15 Provinsi di Indonesia telah merasakan program bantuan dari hasil pengelolaan donasi konsumen berupa 12.000 paket sembako diantaranya Provinsi Sumatra Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Maluku.

Sementara bantuan bagi pelaku UMKM berupa 89 unit gerobak, telah disalurkan ke 89 pelaku usaha di Indonesia pasa Agustus 2020. Dan pada Desember 2020, donasi juga disalurkan pada 11 Panti Disabilitas di Indonesia yang terdampak 19.

BACA JUGA  50 Peserta Potensi Pencarian dan Pertolongan Ikut Uji Kompetensi SAR Palu

“Untuk wilayah Sulawesi Tengah () misalnya, rata-rata raihan donasinya per bulan sekitar Rp 30 juta, namun alokasinya lebih dari itu karena Cabang memiliki coverage area yang luas,” jelasnya.

Pada Januari 2021, donasi disalurkan untuk membantu warga korban gempa bumi di Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Adapun bantuan yang diberikan berupa, beras, gula pasir, minyak goreng, susu kental manis, mie instan, obat-obatan dan kebutuhan bayi.

April 2021, sebanyak 12.175 paket sembako disalurkan untuk warga terdampak 19 yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Alokasi dana donasi tersebut bersifat subsidi silang, artinya wilayah yang raihan donasinya masih rendah namun memiliki area yang cukup luas maka akan disubsidi dari raihan donasi cabang lain.Contohnya saat mengalami musibah di tahun 2018 lalu, hampir 50 persen donasi konsumen Alfamidi secara nasional ditambah dengan dana CSR Alfamidi diarahkan ke , dan baik dalam bentuk bantuan makanan pokok, higien kits, hunian sementara dan sebagainya.

BACA JUGA  Sekretariat DPRD Sulteng Libatkan KPK RI terkait Mekanisme Penyusunan Pokir Tahun
Konsumsi Alfamidi memberikan donasi usai melakukan transaksi belanja. Foto : Istimewa

Dalam penyaluran bantuan, Alfamidi berkolaborasi dengan berbagai kalangan. “Di masa pandemi kami bergotong-royong dengan semu pihak dalam penyaluran donasi konsumen. Mulai dari pemerintah, TNI-Polri, LSM, organisasi kepemudaan, hingga organisasi media,” tuturnya.

Untuk donasi konsumen Alfamidi periode September 2021 terkumpul Rp736,570,476. Jumlah ini berasal dari sumbangan sukarela pelanggan dari uang kembalian mulai dari Rp1 hingga Rp499.

“Kami hanya menawarkan donasi kepada konsumen yang memiliki sisa uang kembalian ganjil antara Rp 1,- sampai Rp 499,-. Jika genap misal uang kembalian Rp 3.500,- maka kami tidak menawarkan untuk donasi. Jika konsumen tidak berkenan berdonasi, maka uang kembalian akan dikembalikan utuh. Bukti donasi konsumen tertera pada ekor struk belanjaan,”papar Andi.

BACA JUGA  Upaya Baznas Sigi Ringankan Korban Musibah Kebakaran di Desa Luku

Penyaluran donasi dari hasil transaksi konsumen Alfamidi itu, dikelola dan dilakukan oleh yayasan yang memiliki kredibilitas serta diakui pemerintah, seperti BMCI, LazisMu, LazisNu, Mizan Amanah, IDF MUI, dan Baitulmaal Muamalat.

“Yayasan yang mengelola donasi konsumen ini sudah memenuhi kriteria perizinan dan sudah terdaftar di Kementerian Sosial RI,”jelasnya.

Lanjut Andi, “Penyaluran donasi ini juga tidak sembarangan karena diawasi dan di audit oleh pelbagai pihak. Meliputi pihak yayasan, pihak Alfamidi serta juga diaudit oleh pemerintah. Jadi dana yang terkumpul betul-betul dialokasikan secara bertangungjawab.” (Klb)