Madika, Palu – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al-Muzzammil Yusuf, mengingatkan potensi krisis energi global yang dinilai dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Palu, Minggu (5/4/2026), dengan menyinggung situasi geopolitik dunia yang tengah memanas.

Menurut Al-Muzzammil, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang memicu gangguan pasokan energi global. Kondisi tersebut berdampak pada lonjakan harga minyak serta ketidakpastian distribusi energi di berbagai negara.

Sejumlah laporan internasional juga mencatat bahwa konflik di kawasan Timur Tengah telah mengganggu jalur vital energi dunia seperti Selat Hormuz yang menjadi lintasan utama distribusi minyak global.

BACA JUGA  3 Poin Penting Pandangan Fraksi Golkar Terkait Perda RTRW

“Apapun krisis yang terjadi, termasuk krisis energi, harus kita hadapi dengan kesiapsiagaan dan optimisme,” ujarnya.

Ia menilai, seperti halnya pandemi, krisis energi juga berpotensi melahirkan perubahan dalam pola hidup masyarakat.

Dalam konteks tersebut, PKS mendorong masyarakat untuk mulai beradaptasi, termasuk mendukung kebijakan transisi energi yang tengah didorong pemerintah. Salah satunya melalui penggunaan kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, ia juga mengajak kader partai untuk menerapkan gaya hidup sehat dan hemat energi, seperti bersepeda dan berjalan kaki.

“Kendaraan listrik, sepeda, dan berjalan kaki menjadi pilihan yang relevan di tengah situasi seperti ini,” katanya.

BACA JUGA  DPRD Sulteng Bahas KUPA-PPAS-P 2022

Kunjungan ke Palu disebut sebagai bagian dari agenda silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus konsolidasi partai di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Al-Muzzammil juga memaparkan kondisi PKS secara nasional. Dari 38 provinsi, partai tersebut telah memiliki kursi legislatif di 19 provinsi, sementara sisanya masih belum memiliki keterwakilan, termasuk Sulawesi Tengah.

Ia menegaskan bahwa penguatan struktur dan semangat kader di daerah menjadi fokus utama partai saat ini, terutama di wilayah yang belum memiliki kursi legislatif.

Selain itu, PKS juga menekankan pentingnya pelayanan publik sebagai strategi membangun kepercayaan masyarakat. Keterlibatan kader dalam aksi kemanusiaan disebut sebagai bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat.

Ke depan, PKS akan memprioritaskan penguatan internal melalui kaderisasi dan pelayanan publik sebagai fondasi menuju agenda politik berikutnya.

BACA JUGA  Wahyuddin: Jangan Sibuk Buat Konten Saat Bertugas di Lokasi Bencana

“Kaderisasi dan pelayanan publik menjadi kerja utama kami saat ini,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmen PKS untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk krisis energi, serta menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat.