Usai Gempa, Relawan PKS Bergerak Kumpulkan Data dan Salurkan Bantuan
Madika, Sigi – Relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah bergerak cepat merespons gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6/2026).
Sesaat setelah gempa terjadi, relawan langsung melakukan koordinasi, pemantauan lapangan, serta menyalurkan bantuan awal kepada warga terdampak.
Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulawesi Tengah, Ahmad Aco, mengatakan pihaknya segera menghubungi struktur partai dan personel kepanduan yang berada di lokasi untuk memperoleh informasi kondisi terkini.
“Kita langsung kontak Ketua DPD, Pak Asri juga ada salah satu personel kepanduan yang kebetulan di Parigi untuk memantau titik gempa yang infonya ada di Barat Tolai atau Torue,” kata Ahmad Aco.
Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui dampak terparah terjadi di Kabupaten Sigi. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, kondisi relatif aman meski masyarakat sempat panik akibat guncangan yang dirasakan cukup kuat.
Setelah menerima laporan dari Ketua DPD PKS Sigi, relawan yang telah bersiaga atas arahan Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah langsung bergerak menuju lokasi terdampak.
Personel kepanduan dari Kota Palu dipimpin langsung oleh Ahmad Aco, sedangkan relawan PKS Kabupaten Sigi dipimpin Ketua DPD PKS Sigi, Asri, yang juga merupakan personel kepanduan.
“Kita assessment dan kumpulkan laporan untuk menentukan langkah selanjutnya. Untuk sementara, info yang kita dapatkan, ada beberapa rumah yang roboh, maka bantuan tahap awal yang kami bawa dan langsung diserahkan ke penyintas, terpal untuk tempat berteduh sementara,” ujarnya.
Menurut Ahmad Aco, proses pendataan dan pemantauan masih terus dilakukan guna mengetahui kondisi riil di lapangan serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Dari laporan awal yang diterima relawan, sejumlah rumah dilaporkan roboh di Kabupaten Sigi. Selain itu, terjadi longsor di kawasan Gunung Kamarora yang mengakibatkan saluran air terputus.
Sementara di Kota Palu, informasi yang dihimpun menyebutkan adanya keretakan pada Jembatan III Palu dan beberapa bangunan mengalami kerusakan. Di Kabupaten Poso, sejumlah bangunan dilaporkan terdampak serta akses jalan di wilayah Napu mengalami kerusakan.
Ahmad Aco menjelaskan, data yang terkumpul akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan respons kebencanaan yang akan dilakukan PKS di wilayah terdampak.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang mengguncang Palu, Sigi, Parigi Moutong hingga Poso merupakan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7.
Episenter gempa berada pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
“Hingga pukul 12.17 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya sejumlah kejadian gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitaran titik gempa awal,” ungkap Ahmad Aco.
PKS Sulawesi Tengah memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak serta memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak dapat segera disalurkan.