Madika, Luwuk – Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulawesi Tengah, Hj. Bunda Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyampaikan materi tentang Gerakan Pengarusutamaan Keluarga di hadapan pengurus dan anggota PKS Kabupaten Banggai, Jumat (2/10/2026).

Wiwik yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah mengatakan, Gerakan Pengarusutamaan Keluarga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman kader dan penggerak perempuan mengenai pentingnya menempatkan keluarga sebagai salah satu fondasi dalam pembangunan masyarakat.

“Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DPD PKS Kabupaten Banggai, Ustadz Masri Malla, S.Sos. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk masyarakat yang kuat serta pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai ruang pengabdian dan pembangunan,” kata Bunda Wiwik saat ditemui awak media, Senin (5/10/2026).

BACA JUGA  Empat Hari Menghilang, Nelayan asal Morowali Ditemukan Tewas Terapung

Kegiatan tersebut difasilitasi Bipeka DPD PKS Kabupaten Banggai dan dipandu Ketua Bipeka Kabupaten Banggai, Faidah, selaku moderator.

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam membahas berbagai tantangan keluarga serta pentingnya membangun gerakan yang menjadikan keluarga sebagai pusat perhatian dalam kehidupan sosial.

Dalam pemaparannya, Wiwik menjelaskan keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter anak, membangun ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas hubungan antaranggota keluarga, sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat.

“Keluarga bukan hanya urusan domestik, tetapi merupakan fondasi utama pembangunan manusia. Jika kita ingin membangun masyarakat dan bangsa yang kuat, maka keluarga harus menjadi bagian penting dari setiap proses pembangunan,” katanya.

BACA JUGA  Pemisahan Pemilu Dibahas, Wiwik Dorong Perempuan Berani Terjun ke Politik

Menurut Wiwik, pengarusutamaan keluarga membutuhkan keterlibatan bersama antara ayah, ibu, anak, masyarakat, organisasi, dan pemerintah.

Karena itu, gerakan tersebut perlu diwujudkan melalui edukasi, keteladanan, pemberdayaan keluarga, serta penguatan peran perempuan dan laki-laki secara seimbang.

Kegiatan tersebut dihadiri anggota Pelopor, anggota Penggerak, serta anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kabupaten Banggai.

Kehadiran para penggerak tersebut diharapkan dapat memperluas semangat pengarusutamaan keluarga hingga ke tengah masyarakat.

Para peserta juga berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan keluarga, termasuk pola komunikasi dalam keluarga, pengasuhan anak, ketahanan keluarga, serta peran perempuan dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat dan produktif.

Melalui kegiatan tersebut, Bidang Perempuan dan Keluarga DPD PKS Kabupaten Banggai mendorong agar Gerakan Pengarusutamaan Keluarga tidak berhenti pada forum pendidikan dan workshop, tetapi dilanjutkan melalui aksi nyata para Pelopor, Penggerak, dan RKI di masyarakat.

BACA JUGA  Siap-siap, Pekerja Sosial Masyarakat yang Nyaleg akan Diberhentikan