Anugerah Pratama Siap Lanjutkan Karier Politik Bersama PSI
Madika, Palu – Mohammad Anugerah Pratama atau Nugie menyatakan mundur dari Partai NasDem sekaligus melepaskan jabatannya sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Palu dari partai tersebut.
Keputusan itu disampaikan Nugie dalam konferensi pers di salah satu kedai kopi kawasan Bumi Nyiur, Kota Palu, Selasa (29/9/2026) sore.
Nugie mengatakan keputusan meninggalkan NasDem bukan langkah yang tiba-tiba. Dokumen pengunduran dirinya telah diserahkan secara resmi pada 5 Agustus 2026.
Setelah sekitar empat tahun menjadi kader NasDem, Nugie menyatakan akan melanjutkan perjalanan politiknya bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Keputusan tersebut, menurut Nugie, terutama berkaitan dengan fokusnya terhadap perjalanan karier politik ke depan. Ia memastikan perpindahan partai tidak membuat dirinya berhenti menjalankan aktivitas dan pengabdian kepada masyarakat.
“Pastinya saya lebih fokus tentang karier saya ke depan. Lebih memutuskan untuk fokus ke itu,” kata Nugie.
Nugie juga mengungkapkan pertimbangan lain yang mendasari keputusannya. Setelah mendalami lebih jauh mengenai partai sebelumnya, ia mengaku menemukan hal yang menurutnya tidak sesuai dengan jargon yang selama ini digaungkan.
“Dari awal itu jargonnya kan partai tanpa mahar. Setelah saya mendalami itu tidak sesuai. Itu saja,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan pengalaman pribadi Nugie selama menjadi kader NasDem.
Sebaliknya, Nugie mengaku melihat sejumlah kesesuaian antara visi dan misi PSI dengan kebutuhan masyarakat yang ditemuinya di lapangan.
Ia menyebut PSI sebagai partai yang berkembang dan memiliki ruang untuk melanjutkan sejumlah hal yang belum terselesaikan dalam perjalanan politiknya sebelumnya.
“Untuk memajukan masyarakat Palu ini, saya rasa bisa disesuaikan,” katanya.
Faktor keluarga juga menjadi bagian dari perjalanan keputusan tersebut. Nugie menyinggung pengalaman politik sang ayah yang menurutnya telah banyak berkorban, tetapi kemudian merasa tidak mendapatkan penghargaan sebagaimana mestinya.
“Ketika bapak saya tidak dihargai, itu sangat fatal menurut saya. Di mana bapak saya sudah banyak berkorban,” ujar Nugie.
Meski memiliki pilihan politik berbeda, Nugie menegaskan persoalan politik tidak dibawa ke ranah keluarga. Menurutnya, setiap anggota keluarga memiliki pilihan masing-masing.
“Politik kita di sini itu pekerjaan, kerjaan nine to five. Di rumah tidak boleh ngomongin itu lagi,” katanya.
Sementara itu, pengurus PSI Sulawesi Tengah Ferry Anwar yang mendampingi Nugie mengatakan proses perpindahan tersebut telah melalui komunikasi dengan pihak terkait, termasuk Partai NasDem.
“Komunikasi dengan NasDem karena kemarin masih sama-sama kita kerja. Kita sudah mengurus ini dan sekarang sudah diproses bagaimana komunikasi dengan Partai NasDem,” kata Ferry.
Ferry juga menyebut komunikasi dengan jajaran pimpinan partai telah dilakukan. Menurutnya, Ketua DPW dan pihak terkait telah mengetahui rencana tersebut.
“Saya kira mungkin sudah bisa langsung dengan ketua DPW. Sudah mengontak Ibu beliau juga, sudah menyampaikan idenya dan Ibu beliau juga menerima,” ujarnya.