, - melalui Staf Ahli Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, SE M.Si, menyampaikan status alumni perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moril yang besar di tengah masyarakat.

“Kami ucapkan selamat kepada seluruh alumni yang telah menjadi sarjana pada hari ini. Sebagai generasi intelektual, para sarjana memiliki konsekuensi moral di tengah masyarakat dan lingkungan yang kian dinamis dan kompleks sebagai pribadi yang memiliki nilai lebih dari sisi keilmuan, moral serta etika,” ucap Faridah saat menghadiri Wisuda Lulusan ke 111 di , Kamis 17 Maret 2022.

Faridah mengatakan wisudawan harus cerdas dalam menerapkan keterampilan agar dapat menjadi figur profesional dibidangnya yang beretos kerja dan mampu menangkap peluang serta bersaing untuk berkarya.

BACA JUGA  Kemenkumham Sulteng akan Bangun BAPAS di Toli-toli

“Di mata masyarakat, saudara-saudara dipandang mempunyai nilai lebih baik dari sisi keilmuan dan etika untuk dijadikan pedoman,” ujarnya.

Ia berpesan agar wisudawan/wisudawati terus meningkatkan wawasan untuk menunjang pekerjaan secara mandiri dan bermanfaat, sebagai pengabdian membangun daerah. Dalam kesempatan ini, Rektor Untad, Prof Mahfudz, menjelaskan wisuda periode 111 hanya berselang kurang lebih dua bulan dari wisuda sebelumnya periode 109 dan 110 pada Januari 2022. Dalam rentang waktu tersebut menghasilkan wisudawan baru sebanyak .316 orang.

Tercatat beberapa wisudawan/wisudawati menunjukkan prestasi lulus meraih predikat terbaik diantaranya tingkat universitas diraih Ariny Poespitasari, dari Fakultas Masyarakat, IPK 3,98 dengan predikat pujian.

Jenjang S2/Magister diraih Puput Puspitasari, Pascasarjana Agribisnis, IPK 3,90 dengan predikat pujian. Jenjang S3/Doktoral diraih Sulaeha, Pascasarjana Doktoral Ilmu , IPK 3,97 dengan predikat pujian.

BACA JUGA  Kepala Kesbangpol: Peran Ormas Sangat Penting

Rektor mengucapkan terimakasih kepada para orangtua yang telah mempercayakan pendidikan wisudawan kepada Untad. Kepercayaan tersebut telah ditunaikan dengan torehan gelar akademik pendidikan tinggi.

“Cita-cita bapak dan ibu mensarjanakan anak-anaknya sudah terwujud hari ini,” tandas Prof Mahfudz. (*)