, Palu- Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura, mengharapkan kontribusi bidan menurunkan prevalensi Stunting di Sulawesi Tengah. Hal ini disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bagian Keagamaan Biro Kesra Setdaprov Sulteng, M Zen Ismail, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) VII Pengurus Daerah Ikatan Bidan (IBI) Sulawesi Tengah dirangkai perayaan HUT ke-71 IBI di Palu, Senin 27 Juni 2022.

“Semoga para bidan dapat bersinergi dan berkontribusi dengan stakeholder daerah dalam rangka menurunkan prevalensi Stunting di Sulawesi Tengah hingga tersisa 11% pada tahun 2026,” ucap .

Diharapkan dari hasil Rakerda berkonektivitas dalam meningkatkan kiprah IBI khususnya para bidan yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan ibu dan anak. Peran bidan semenjak ibu masuk masa kehamilan, ibu nifas, bayi baru lahir, ibu menyusui, dan perkembangan .

BACA JUGA  Pasien Covid-19 Masih Terus Bertambah

Kemudian memastikan pelayanan reproduksi perempuan serta keluarga berencana berjalan sesuai koridornya. Olehnya menurut bidan harus dibekali dengan konsep dan implementasi yang tepat agar mampu mengedukasi dan melayani dengan baik.

“Profesi bidan merupakan profesi mulia sebagai bentuk pengabdian untuk kemanusiaan, karena di tangan para bidan nyawa ibu bersalin dapat tertolong dan bayi selamat, sehat dan kelak diharapkan menjadi generasi yang unggul,” ujar gubernur.

“Selaku pimpinan daerah, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para bidan atas pelaksanaan rapat kerja daerah dan perayaan HUT ke-71 IBI,” tandasnya.

Andi Fatma, selaku Ketua Pelaksana mengatakan rapat kerja daerah merupakan forum konsolidasi dan pembinaan kepada tingkat cabang, ranting dan anggota IBI Sulteng untuk mengevaluasi, menyempurnakan rencana kerja tengah dalam kepengurusan dan menyiapkan usulan untuk Kongres yang akan datang.

BACA JUGA  Dinsos Sulteng Catat 150 Korban HAM Berat Calon Penerima Bantuan

Adapun tujuan dilaksanakanya Rakerda yang mengusung tema: “Konsolidasi IBI dalam Menghadapi Perkembangan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Masa Pandemi Covid 2022”, antara lain untuk melakukan evaluasi tengah periode kepengurusan Pengurus Ikatan Bidan (IBI) masa bakti 2018-2023. (*)