, - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi dinobatkan sebagai terbaik pertama dalam kategori proses tercepat, tepat waktu dan akurat data se-wilayah kerja Kanreg IV BKN Makassar. Prestasi ini mengalahkan Sulawesi Selatan (terbaik kedua) yang merupakan markas dari Kanreg IV BKN Makassar.

Ini diumumkan Kanreg IV BKN Makassar rangkaian Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kepegawaian pada 22-23 Juni lalu. Rakornis diikuti seluruh instansi Pemda se-Wilayah Kerja Kanreg IV BKN Makassar, termasuk BKD Provinsi , berlangsung di Hotel Savoy Homan Kota Bandung.

Kepala BKD Provinsi , Asri, saat menerima penghargaan tersebut menyampaikan rasa syukur dan bangga. Menurutnya, capaian ini prestasi bersama seluruh pengelola kepegawaian, bukan hanya BKD Provinsi Sulteng.

BACA JUGA  Tuty Paparkan Program Bidang Komunikasi Perubahan Perilaku dan Pendampingan Keluarga TPPS

“Ini juga peran pengelola kepegawaian di OPD lingkup Provinsi Sulteng. Karena input proses bermula dari OPD. Dan prestasi ini juga buah tangan dari para pejabat bidang mutasi sebelumnya, baik yang sudah mutasi maupun yang sudah pensiun. Jadi penghargaan ini adalah hasil dari kerja dan partisipasi kolektif berbagai pihak. BKD Provinsi Sulteng wajib berterima kasih kepada semua pihak tersebut,” ucapnya, Rabu 29 Juni 2022.

Dia mengharapkan prestasi yang diraih akan terus memotivasi aparatur khususnya pengelola kepegawaian agar bekerja lebih semangat, teliti dan tanpa pamrih di semua OPD Provinsi Sulteng.

Adapun BKD Provinsi Sulteng saat mengikuti Rakornis diwakili Kepala Bidang Mutasi, Prihadi Saputro.  Untuk tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Sulteng, Kanreg IV BKN Makassar menetapkan sebagai peringkat I, Donggala peringkat II dan Kota peringkat III dalam kategori yang sama, yaitu proses tercepat, tepat waktu dan akurat data.

BACA JUGA  Dinsos Sulteng Catat 150 Korban HAM Berat Calon Penerima Bantuan

Rakornis yang saat itu membahas isu terkini manajemen kepegawaian nasional dibuka Plt Kepala BKN, Bima Aria Wibisana. Bima mempresentasikan kemungkinan model kerja birokrasi di masa datang, yang akan lebih banyak menggunakan teknologi dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Indikasinya adalah mulai diwacanakan dan dikaji kemungkinan penerapan pola kerja WFA (work from anywhere) atau kerja dari mana saja, sebagai terobosan yang bisa menghubungkan dua sisi. (*)