Madika, Mamuju – Demi memenuhi panggilan kemanusiaan, dr Rifky, salah satu relawan medis Disaster Management Center (mdmc) asal Sulsel, rela naik motor dari Belopa Luwu Sulawesi Selatan menuju Kota Mamuju Sulawesi Barat.
Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Batara Guru, Belopa tersebut bersama relawan mdmc lainnya naik motor dan menempuh jalur ekstrim melalui jalur Palopo, Toraja, Mamasa dan Mamuju.
“Gantian-gantian joki motor. Beberapa kali singgah istirahat dan sempat bermalam di Gedung Dakwah Toraja dan paginya berangkat lagi paginya,”kata dr Rifky, ditemui di Posko Medis mdmc Poskor MDMC Sulbar.
Rifky dan Muhtar berangkat dari Belopa, pada Ahad sore (17 Januari 2021), lalu melalui Kota Palopo dan tiba di Toraja. Kondisi hujan yang cukup lebat, sehingga dr Rifky dan Muhtar memilih untuk menginap di Toraja.
“Kami menginap di Gedung Pusat Dakwah (Pusdam) Toraja. Senin pagi sekitar pukul 07.00, lanjutkan perjalanan lagi ke Mamuju,”kata Rifky, yang di kalangan relawan mdmc dikenal dengan sapaan dokter petualang, saat Senin (18 Januari 2021) sekitar pukul 22.00.
Jalur yang dilalui dr Rifky, termasuk ekstrim, sebab ini baru bisa dilalui kendaraan roda dua. Dia memilih melintas jalur tersebut, supaya bisa memotong jarak, ketimbang harus melalui jalur ke Wajo, Sidrap, Kabupaten Pinrang, lalu masuk Kabupaten Polewali, Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju.
Pilihan naik motor dan melalui jalur potong yang cukup ekstrim tersebut, termasuk nekat. Apalagi selama di perjalanan, dr Rifky mengaku terus diguyur hujan. Semua itu kata dr Rifky dia lakukan, demi panggilan kemanusiaan dan bersama relawan mdmc lainnya terjun ke daerah di Sulawesi Barat.
“Ketika mau berangkat saya minta izin ke atasan, karena saya masih status dokter internship. Saya diberi izin, dengan catatan atur waktu dengan teman lainnya untuk mengisi jadwal piket. Saya sampaikan teman untuk tukaran waktu piket. Jadi dari Mamuju ini, langsung ke rumah sakit lagi,”kata alumni Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar ini.
dr Rifky ke Mamuju, juga membawa tiga koper obat-obatan. Dua koper obat, dititip kepada rombongan relawan mdmc dari Luwu Timur, sedangkan satu koper dia muat di atas motornya. Dia juga menceritakan, bahwa untuk mendapatkan obat-obatan tersebut, dia melobi beberapa rekan sejawatnya.
“Alhamdulillah, dari hasil lobi itu saya dapat dua koper obat-obatan, juga dapat satu koper lagi dengan cara beli, tapi harganya diskon,”akunya.
Relawan mdmc yang nekat naik motor menuju Mamuju, bukan hanya dr Rifky. Salah satu relawan psikososial, Ustad Amiruddin, juga naik motor dari Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan ke Mamuju. Ustadz yang umurnya lebih 50 tahun tersebut, juga harus menempuh perjalanan puluhan jam agar bisa sampai ke Mamuju.
“Ke Mamuju, dr RIfky dan Pak Ustadz Amiruddin, pakai biaya mandiri. Saat ini dr Rikfy, langsung bergabung dengan relawan medis dari Malang, Yogyakarta, Jakarta dan Padang Sumatera Barat. Mereka untuk sementara ditempatkan di Rumah Sakit dan Puskesmas, sampai terbentuknya Posyan nanti, baru mereka ditempatkan di Posyan membuka layanan ,”tandas Yockie Asmoro, Pendamping dari mdmc Pimpinan Pusat Muhammadiyah.(**)

BACA JUGA  Prank Tarik Kursi, Orang Tua Wajib Tau Bahayanya Bagi Kesehatan Anak