Madika, Palu – Keseriusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah () , untuk melepas belenggu dikalangan masyarakat khususnya generasi muda terus dilakukan.

Upaya itu dilakukan dengan terus memperkuat materi dari Rancangan peraturan daerah (Ranperda) inisiatif tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap (P4GN), dengan melakukan ke Samarinda.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bampemperda) DPRD Palu, Farden Saino, menjelaskan. Ada banyak hal yang nantinya dituangkan dalam materi Ranperda.Salah satunya, setiap pelajaran yang akan mengenyam pendidikan ketingkat selanjutnya harus memiliki surat keterangan bebas .

Dijelaskan, aturan tersebut juga berlaku untuk setiap masyarakat yang ingin melamar pekerjaan. Terkhusus pekerjaan yang dianggap rawan untuk penyebaran seperti, di hotel, homestay dan tempat-tempat umum lainnya.

BACA JUGA  Wiwik Soroti Rakor Covid-19 Pemda Tanpa Hasil

“Samarinda ini sebelumnya menjadi daerah nomor dua, dengan penggunaan narkotika terbanyak di Indonesia. Namun setelah mereka membuat Peraturan daerah (Perda) tentang narkotika. Sekarang mereka berada di urutan nomor 20.” Kata Farden, melalui sambungan via telepon, Kamis (18/02/2021).

Diakuinya juga, Ranperda narkotika yang dimiliki Samarind turut mengatur masyarakat yang ingin menikah. Namun hal tersebut, menurut Farden akan dipertimbangkan masuk dalam muatan ranperda P4GN.

Penguatan materi Ranperda P4GN, dianggapnya sangatlah perlu dilakukan. Sebab, berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional. , menjadi daerah nomor satu di provinsi dan nomor 4 di Indonesia dengan penggunaan narkotika terbanyak.

“Saya bersama teman-teman sudah berkomitmen untuk benar-benar membuat Ranperda ini tidak hanya menjadi dokumen, namun bisa berguna untuk masyarakat , bisa melindungi generasi muda kita.”tegasnya.

BACA JUGA  Bupati Donggala Mestinya Jadi Garda Terdepan Lawan Corona

Dalam kunjungannya, rombongan Bampemperda DPRD Palu diterima langsung oleh DPRD Samarinda dan kepala BNNK.(Sob)