, – Warga yang bermukim di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di sekitar area STQ Kota mengeluhkan minimnya ketersediaan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Keluhan itu disampaikan saat menghadiri reses atau jaring aspirasi yang dilakukan anggota , Mulyadi, pada Rabu (03/03/2021).

Abu sapaan akrab, dikonfirmasi pada Kamis (04/03/2021) menjelaskan. Kesulitan akibat minimnya aliran dari PDAM sudah sering dirasakan oleh masyarakat sekitar. Tak jarang mereka mengaku terpaksa harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mereka minta agar PDAM untuk lebih aktif menyampaikan kendala, apabila aliran air tidak mengalir. Karena, iuran yang dibayar tetaplah sama meski air tidak mengalir.”kata Abu menirukan pernyataan warga.

BACA JUGA  Alimuddin Paada: Seniman Harus Mampu Berdiri Sendiri

Selain keluhan , warga sekitar yang mayoritas merupakan transmigrasi. Meminta kejelasan status tanah Nakertrans yang mereka tempati.”Meraka juga minta bantuan alat usaha kerajinan kayu hitam. Karena hampir sebagian besar mengantungkan hidup dari kerjani itu.”Imbuhnya.

Tidak hanya sekadar menyerap aspirasi, politisi dari daerah pemilihan Kecamatan Palu Timur – Mantikulore ini, juga membagikan 210 paket sembako kepada para pelaku usaha terdampak pandemi yang juga merupakan kosituennya. (Sob)