Madika, Morowali – Anggota Kabupaten Morowali, Gafar Hilal, menyebut Pj Bupati Morowali, Rachmansyah telah melakukan pembangkangan dan penghinaan terhadap , khususnya Gubernur Sulawesi Tengah.

Hal itu diungkapkan menyusul, masih adanya foto Rachmansyah dipajang disejumlah kegiatan seperti pembukaan Jambore PKK dan bimtek peningkatan kapasitas aparatur desa pada 7 hingga 11 Juli.

“Apa yang dilakukan oleh pak Rachmansyah hari ini, menganggap dirinya masih sebagai Pj dengan memasang foto dan nama di spanduk dalam kegiatan aparatur desa, saya anggap sebagai penghinaan dan pembangkangan terhadap .” Ketus Gafar, Minggu (7/7/2024).

Ketua NasDem ini juga menjelaskan, status Rachmansyah sebagai Pj sudah tidak berlaku sejak diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Tengah, H. , nomor: 800..11.7./200./BKD-G.ST/2024.

BACA JUGA  Sosialisasi Tabungan Saham ASN, Wali Kota Palu Dorong Investasi untuk Kesejahteraan

SK tersebut memutuskan untuk memberikan cuti di luar tanggungan negara kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Abdul Rachmansyah Ismail, sekaligus menandakan berakhirnya masa jabatan Penjabat (Pj) Bupati Morowali.

Dirinya juga mengaku, saat ini Rachmansyah mulai aktif melakukan safari untuk maju sebagai bakal calon Bupati Morowali. Sehingga, sikapnya tersebut dianggap tidak mencerminkan seorang pejabat tinggi pratama yang patuh terhadap keputusan pimpinan.

“Kan lucu, kalau kita , berpemerintah seperti ini. Ini bukan perusahan milik pribadi, semua diatur oleh undang-undang dan ada koridornya.” Kata Gafar.

“Masyarakat harus tahu persoalan seperti ini, karena menimbulkan kekacauan dalam tata kelola pemerintahan,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan (DPMDP3A), Abdul Wahid Hasan selaku pelaksana kegiatan bimtek peningkatan kapasitas aparatur desa, mengaku, pemasangan foto dan jabatan Rachmansyah sebagai Pj Bupati Morowali disebabkan ketidak tahuan panitia pelaksanan dari Jakarta.

BACA JUGA  Markisa, Buah Tropis Penuh Manfaat yang Mungkin Jarang Diketahui

“Itu kesalahan dari panitia dari Jakarta, mereka tidak tahu. Saya juga baru lihat, dan sudah saya suruh ganti dengan foto Plh dan Sekda,” kata Wahid dikonfirmasi via telfon, Minggu malam.

Wahid juga berjanji, foto dari Rachmansyah sudah akan terganti hingga kegiatan berakhir pada 11 Juli mendatang.

“Tadi sudah saya suruh cetak baliho yang baru, Besok sudah kita ganti.” Pungkasnya.