Madika, Morowali – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) membuka akses kepada pemerintah desa dan kecamatan dari area pemberdayaan di Morowali melalui kegiatan Mining Tour, Rabu (11/2/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya transparansi perusahaan dalam membangun kepercayaan publik dan pemangku kepentingan.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi sekaligus meningkatkan engagement dengan para stakeholder agar memperoleh informasi komprehensif terkait aktivitas operasional perusahaan.

Dalam kunjungan itu, aparat desa tidak hanya mengenal proses operasional, tetapi juga meninjau langsung penerapan standar keselamatan, pengelolaan lingkungan, serta upaya pemulihan lahan di lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan aktivitas pengangkutan di jetty. Rombongan menyaksikan proses operasional yang dijalankan dengan kontrol keselamatan ketat, termasuk pengelolaan lingkungan yang menjaga kondisi perairan tetap jernih.

BACA JUGA  Pemerintah dan Indosat Sepakat, AI Berdaulat Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045

Setelah itu, peserta melakukan penanaman pohon di area reklamasi sebagai bentuk komitmen pemulihan lahan pascatambang.

Camat Bungku Timur, Arsan, mengapresiasi keterbukaan perusahaan dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas undangan PT Vale. Ini kegiatan yang luar biasa karena tidak semua perusahaan terbuka seperti ini. Saat kami mengunjungi wilayah jetty, saya melihat bagaimana PT Vale sangat memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan. Air laut masih jernih dan sangat terjaga,” ujarnya.

Arsan juga menyoroti pengelolaan sediment pond yang dinilainya berjalan baik. Menurutnya, tata kelola pertambangan, khususnya pengelolaan air limpasan tambang, telah dipersiapkan dengan sistem yang mampu menghasilkan air jernih sebelum dialirkan ke sungai.

BACA JUGA  PT Vale Indonesia Tepis Stigma "Dirty Nickel" dengan Komitmen ESG dan Reklamasi Progresif

“Sediment pond-nya luar biasa, air yang keluar menuju sungai dalam keadaan jernih. Ini bukti komitmen PT Vale dalam menjaga lingkungan. Kami berharap perusahaan lain di Morowali bisa mengikuti contoh seperti ini. Semoga kunjungan ini idealnya berkesinambungan, empat bulan sekali atau minimal setahun sekali,” tambahnya.

Head of Mine Operation Bahodopi, Wafir, menegaskan kolaborasi dan transparansi menjadi bagian dari prinsip operasional perusahaan.

“Kehadiran pemerintah desa dan kecamatan sangat kami hargai. Melalui kegiatan seperti Mining Tour, kami ingin memastikan bahwa setiap pemangku kepentingan dapat melihat langsung bagaimana kami menjalankan operasi dengan aman, profesional, dan transparan,” jelasnya.

Ia menambahkan keberlanjutan merupakan nilai inti perusahaan.

BACA JUGA  Bupati Morowali Apresiasi Komitmen PT Vale dalam Pembangunan Daerah

“Pengelolaan lingkungan adalah bagian utama dari identitas kami. Setiap proses dirancang untuk meminimalkan dampak serta memastikan ekosistem tetap terlindungi. Upaya reklamasi, pengendalian sedimentasi, dan perlindungan kualitas air merupakan komitmen jangka panjang kami yang terus kami tingkatkan,” tegasnya.