Madika, Kolaka – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Capaian ini menandai fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase), sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.

Penjualan perdana ini tidak hanya menjadi milestone operasional, tetapi juga langkah strategis dalam proses project de-risking, validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fundamental pertumbuhan jangka panjang perseroan.

Nikel merupakan komponen kunci dalam baterai lithium-ion, khususnya untuk katoda berkadar nikel tinggi yang digunakan pada kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

Seiring percepatan elektrifikasi global dan transisi energi, permintaan terhadap nikel diproyeksikan terus meningkat dalam dekade mendatang.

Indonesia sebagai salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di dunia memainkan peran strategis dalam ekosistem tersebut.

IGP Pomalaa menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.

BACA JUGA  IGP Morowali Capai 80 Persen, PT Vale Siap Masuki Fase Operasional

Dengan nilai investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun atau setara ±US$4,43 miliar, IGP Pomalaa menjadi salah satu proyek strategis yang memperkuat fondasi industri nikel nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Penjualan perdana ini dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1 yang dirancang untuk mengoptimalkan arus material dan menjaga stabilitas produksi.

Kedua pit tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit, memberikan fleksibilitas inventori serta menjamin keberlanjutan suplai menuju fasilitas pengolahan di Pomalaa.

“Peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal. Dengan dukungan infrastruktur yang terus kami percepat, kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan.” urai Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk, Muhammad Asril, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3/2026).

BACA JUGA  Pemprov Sulteng Tetapkan HET Baru LPG 3 Kg, Rp 20 Ribu untuk Jarak 0–60 Km

Aktivasi kapasitas stockpile skala besar ini memperkuat stabilitas pasokan bahan baku, ketahanan logistik di tengah volatilitas pasar komoditas, serta kesiapan menuju fase produksi penuh.

Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi sebesar 300.000 ton limonit per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari. Strategi ramp-up dilakukan secara disiplin untuk memastikan keberlanjutan operasional serta optimalisasi kapasitas produksi.

Dengan kapasitas penyimpanan 4 Mwmt dan target produksi bulanan tersebut, proyek ini memiliki inventory buffer yang memadai untuk menjaga konsistensi suplai sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.

Percepatan pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas untuk menjaga efisiensi dan capital discipline. Hingga Januari 2026, progres konstruksi keseluruhan IGP Pomalaa telah mencapai 65,76 persen, menunjukkan eksekusi proyek berjalan on track.

BACA JUGA  KPwBI Sulawesi Tengah Resmikan HEBITREN untuk Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Pesantren

Sementara itu, pembangunan Main Haul Road (MHR) menuju stockpile telah mencapai 40 persen. Jalur ini menjadi tulang punggung distribusi material dari area tambang menuju fasilitas pengolahan dan pelabuhan yang akan meningkatkan produktivitas hauling serta menekan potensi logistics bottleneck.

Perkembangan tersebut memperkuat profil capital efficiency proyek sekaligus meningkatkan visibilitas arus kas jangka menengah dan panjang.

Langkah ini sejalan dengan strategi nasional hilirisasi yang mendorong pengolahan domestik dan integrasi industri dari hulu ke hilir guna menciptakan nilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.

Sebagai bagian dari MIND ID, PT Vale menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pertumbuhan industri nikel yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.