Madika, Palu – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah menggelar kegiatan silaturahim bersama Duta Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Nasional di Aula Kantor DPW PKS Sulteng, Ahad (05/04/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Menguatkan Keluarga dan Dakwah” tersebut menghadirkan Nurul Hidayati K. Ubaya sebagai pembicara utama.

Ketua Bipeka DPW PKS Sulteng, Wiwik Jumatul Rofi’ah, dalam sambutannya menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun peradaban.

“Ketika kita berbicara tentang perempuan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang peradaban. Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anak dan madrasah utama dalam mencetak generasi,” ujarnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah tersebut juga mengutip Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21 yang menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat tumbuhnya ketenteraman, kasih sayang, dan cinta.

BACA JUGA  Piala Dunia U17 2023 Terganggu Jadwal Konser Coldplay, Erick Thohir: FIFA Match Harus Menjadi Prioritas Utama

“Fungsi keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi tempat tumbuhnya sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dari sinilah peradaban dibangun,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa keluarga menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari derasnya arus informasi, krisis moral, hingga tekanan ekonomi dan sosial.

“Kita hidup di zaman yang penuh tantangan. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama untuk melindungi generasi,” katanya.

Menurut Wiwik, perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga sebagai pemimpin dan penggerak dakwah.

“Seorang ibu bukan hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga sedang membangun masa depan umat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga sebagaimana perintah dalam Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6.

BACA JUGA  Warung Makan dan PKL dengan Omzet di Atas Rp.2 Juta Perbulan Wajib Bayar Pajak 10%

“Menjaga keluarga adalah kewajiban. Kita harus menanamkan nilai iman sejak dini, menciptakan suasana rumah yang penuh cinta, serta mendidik anak menjadi generasi saleh dan salihah,” ujarnya.

Dalam konteks dakwah, ia menegaskan bahwa peran perempuan sangat strategis dan tidak terbatas pada ruang publik semata.

“Dakwah tidak hanya di mimbar. Dakwah hadir di rumah, dalam keseharian kita, dalam cara kita mendidik anak dan memperlakukan keluarga,” katanya.

Ia juga mencontohkan sosok perempuan dalam sejarah Islam yang memiliki peran besar dalam mendukung perjuangan Rasulullah SAW, seperti Khadijah dan Aisyah.

Melalui program Rumah Keluarga Indonesia (RKI), PKS mendorong hadirnya gerakan nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga.

BACA JUGA  Pemerintah Kota Palu Tindak Tegas Pemasangan Reklame Ilegal di Trotoar

“RKI bukan hanya program, tetapi gerakan perubahan yang dimulai dari rumah dan berdampak bagi bangsa,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Wiwik mengajak seluruh perempuan untuk terus menguatkan peran dalam keluarga dan masyarakat.

“Kuatkan iman, lembutkan hati, cerdaskan pikiran, dan luaskan kontribusi. Sekecil apa pun peran kita, jika dilakukan dengan ikhlas, akan bernilai besar di hadapan Allah,” tuturnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa perubahan besar harus dimulai dari keluarga.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Maka perubahan itu harus dimulai dari keluarga kita,” pungkasnya.