Anwar Hafid Targetkan Sulteng Jadi Raja Durian Dunia
Madika, Palu — Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menerima kunjungan kerja Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), H. Abdul Kadir Karding, di Ruang Rapat Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (26/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan sektor komoditas unggulan daerah guna mendukung hilirisasi ekspor dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan Sulawesi Tengah memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil durian terbesar di Indonesia.
“Sulawesi Tengah menuju Raja Durian Dunia,” tegas Anwar Hafid.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong ekspor komoditas unggulan seperti durian dan kelapa bulat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap berada di atas rata-rata nasional.
Ia menilai peran Badan Karantina Indonesia sangat strategis dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas pertanian dan perkebunan asal Sulawesi Tengah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong ekspor kelapa bulat dan durian. Peran Badan Karantina menjadi sangat penting dan strategis untuk mendukung kelancaran program ekspor yang sedang kami lakukan,” ujarnya.
Anwar Hafid juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Hainan, Tiongkok, di bidang pertanian, perikanan, kesehatan, peternakan, hingga perdagangan ekspor.
Menurutnya, pasar Tiongkok memiliki ketertarikan besar terhadap komoditas durian dan kelapa asal Sulawesi Tengah.
Selain itu, ia menyampaikan rencana pembukaan penerbangan langsung Guangzhou–Palu melalui Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri pada 10 Juli 2026 mendatang guna memperkuat konektivitas perdagangan internasional.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan Barantin kini mengusung paradigma baru sebagai akselerator ekonomi nasional, bukan sekadar penjaga pintu karantina.
“Barantin ingin mendorong percepatan ekspor-impor perdagangan melalui penerapan standar dan protokol karantina yang harus dipenuhi untuk menembus pasar internasional,” katanya.
Ia menegaskan kualitas durian dan kelapa Sulawesi Tengah memiliki daya tarik besar di pasar Tiongkok bahkan berpotensi menembus pasar Eropa apabila standar karantina dijaga dengan baik.
“Kualitas durian dan kelapa Sulawesi Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar Tiongkok. Jika standar karantina dijaga dengan baik, komoditas kita tidak hanya mampu menembus pasar Asia, tetapi juga Eropa,” tambahnya.
Karding juga mendorong pembangunan fasilitas instalasi dan laboratorium karantina di Sulawesi Tengah untuk memastikan kualitas komoditas ekspor memenuhi standar internasional.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, sejak Januari hingga 12 April 2026, Sulawesi Tengah telah mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Sulawesi Tengah Yus Mangun, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, Wakapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, sejumlah kepala OPD, perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), serta Ketua Kadin Parigi Moutong.