Shin Tae-yong Masuk Blacklist KFA Selama 10 Tahun, Ini Dampaknya bagi Persija
Madika, Jakarta – Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan sanksi disiplin kepada pelatih Shin Tae-yong berupa larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun.
Keputusan itu diumumkan Komite Disiplin KFA pada Kamis (23/7/2026) setelah menggelar rapat bersama Komite Fair Play di Seoul, Korea Selatan.
Dalam putusannya, KFA menjatuhkan hukuman berupa penangguhan kualifikasi kepelatihan di Korea Selatan, larangan mengikuti seluruh kompetisi resmi di bawah naungan KFA, serta larangan berkiprah di sepak bola Korea hingga 2036.
Seorang pejabat KFA mengatakan keputusan tersebut diambil setelah komite melakukan pemeriksaan terhadap kasus yang melibatkan mantan pelatih Ulsan HD tersebut.
“Kami baru-baru ini mengadakan rapat Komite Disiplin dan memutuskan untuk mengambil tindakan disiplin terhadap mantan pelatih Shin Tae-yong,” ujar pejabat KFA seperti dikutip Yonhap News TV.
Sanksi itu berkaitan dengan kontroversi saat Shin Tae-yong menangani Ulsan HD. Salah satu dasar pertimbangan KFA adalah dugaan tindakan tidak profesional, termasuk video yang memperlihatkan Shin menampar pemain Jeong Seung-hyun ketika memimpin tim tersebut.
Shin hanya menangani Ulsan HD selama 65 hari sebelum diberhentikan pada Agustus 2025.
Menanggapi keputusan tersebut, Shin Tae-yong mengaku merasa ada sejumlah hal yang tidak adil dalam proses yang dijalaninya.
“Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik tidak baik,” kata Shin dalam wawancara dengan Channel A.
Ia juga mengungkapkan tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan KFA.
“Saya tengah mempertimbangkan akan mengajukan banding atas tindakan disiplin tersebut,” ujarnya.
Meski mendapat hukuman berat di negaranya, karier Shin Tae-yong di Indonesia tetap berjalan normal. Sanksi KFA hanya berlaku di lingkungan sepak bola Korea Selatan sehingga tidak memengaruhi kontraknya bersama Persija Jakarta.
Shin resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persija Jakarta pada Juni 2026 untuk menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Ia juga telah memimpin latihan perdana tim berjuluk Macan Kemayoran itu pada 14 Juli 2026 di Persija Training Ground, Sawangan, Depok.
Dengan demikian, Shin tetap dapat mendampingi Persija di seluruh kompetisi nasional maupun internasional di luar yurisdiksi KFA.
Meski tidak disertai denda finansial, larangan berkiprah selama satu dekade berpotensi menutup peluang Shin Tae-yong kembali melatih klub maupun tim nasional di Korea Selatan hingga 2036.