Madika, Palu – Huawei dikabarkan tengah menyiapkan Mate XT2, generasi terbaru smartphone lipat tiga. Bocoran paten yang beredar pada pertengahan Juli 2026 mengungkap perubahan desain signifikan yang diperkirakan menjadi pembaruan terbesar dibandingkan pendahulunya, Huawei Mate XT Ultimate.

Paten tersebut pertama kali dibagikan oleh tipster teknologi Ice Universe dan memperlihatkan mekanisme lipat baru yang mengusung konsep inward-folding atau lipatan ke dalam.

Jika benar diterapkan pada produk final, desain ini akan menggantikan mekanisme Z-fold yang digunakan pada Huawei Mate XT generasi sebelumnya.

“Paten terbaru Huawei menunjukkan Mate XT2 dengan desain lipat ke dalam. Ini bukan lagi mekanisme Z-fold, melainkan sistem baru yang lebih mirip Galaxy Z Trifold, tetapi dengan cara kerja berbeda,” ujar Ice Universe.

Desain Baru dan Modul Kamera Besar

Berdasarkan gambar paten, layar fleksibel utama akan terlipat ke arah dalam sehingga terlindungi saat perangkat ditutup.

BACA JUGA  Luas Panen Padi Meningkat 8.700 Hektare pada 2023

Pada bagian luar, Huawei disebut menyematkan cover display di panel kanan agar perangkat tetap dapat digunakan tanpa harus membuka layar utama.

Sementara itu, panel tengah menampilkan modul kamera berbentuk lingkaran berukuran besar yang diperkirakan membawa konfigurasi tiga kamera, serupa dengan yang digunakan pada Huawei Mate X7.

Desain tersebut menunjukkan Huawei masih mempertahankan identitas visual khas seri Mate sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap layar fleksibel.

Rumor Spesifikasi

Selain desain, sejumlah bocoran spesifikasi juga mulai beredar.

Huawei Mate XT2 disebut akan ditenagai chipset Kirin 9050 Pro, yang diperkirakan menjadi penerus platform pada generasi sebelumnya.

Di sektor daya, perangkat ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas lebih dari 6.000 mAh, meningkat dibandingkan Huawei Mate XT Ultimate yang dibekali baterai 5.600 mAh.

BACA JUGA  Jual Minyak Kita di Atas HET, Pedagang Tolai Ditegur Tim Gabungan

Peningkatan kapasitas baterai dinilai penting mengingat perangkat lipat tiga membutuhkan konsumsi daya yang lebih besar untuk mendukung layar berukuran luas.

Dibandingkan Mate XT Ultimate

Sebagai pembanding, Huawei Mate XT Ultimate yang diperkenalkan pada September 2024 hadir dengan layar LTPO OLED tri-fold berukuran 10,2 inci beresolusi 3K.

Perangkat tersebut dibekali RAM 16 GB, penyimpanan internal hingga 1 TB, serta tiga kamera belakang dengan sensor utama 50 MP.

Per Juli 2026, Huawei Mate XT Ultimate dipasarkan di Indonesia dengan harga resmi sekitar Rp52.999.000.

Dengan sejumlah peningkatan yang dirumorkan, Huawei Mate XT2 diperkirakan akan dipasarkan pada kisaran harga yang sama atau sedikit lebih tinggi.

Fokus pada Daya Tahan

Perangkat lipat tiga masih menghadapi tantangan dalam produksi massal, terutama pada aspek ketahanan engsel dan layar fleksibel.

BACA JUGA  PT Vale Libatkan 90% Tenaga Lokal di Proyek Sorlim dan Tanamalia

Huawei dikabarkan mengatasi tantangan tersebut dengan menggunakan material baja berkekuatan 1.900 MPa pada sistem engsel.

Selain itu, layar disebut menggunakan material komposit baru yang diklaim memiliki ketahanan benturan sekitar 30 persen lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Apabila seluruh inovasi tersebut terealisasi, Huawei Mate XT2 diperkirakan akan menjadi salah satu pesaing utama di segmen smartphone lipat premium saat peluncurannya yang dirumorkan berlangsung pada Oktober 2026.

Saat memperkenalkan Huawei Mate XT Ultimate pada 2024, CEO Huawei Consumer Business Group, Richard Yu, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengembangkan perangkat lipat.

“Kami percaya desain lipat tiga adalah masa depan perangkat mobile. Huawei berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendefinisikan ulang pengalaman pengguna,” ujarnya.