Madika, Palu – Kuratana Studio bersama Ruretik Lab menghadirkan pameran “Jejak Tanah: Bentang Berlanjut” di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 September hingga 4 Oktober 2026.

Pameran karya Lucky Arie dengan kurator Kukuh Ramadhan tersebut mempertemukan praktik sinema dengan tanah, tembikar, bentang alam, suara, serta pengetahuan yang hidup melalui tubuh.

Pameran berlangsung setiap hari pukul 16.00–22.00 WITA di Rumah Tiara Coffee, BTN Mutiara Indah, Blok C No. 7, Jalan Angkasa, Birobuli Utara, Palu Selatan. Pameran ini gratis dan terbuka untuk umum.

Lucky Arie yang memiliki latar sebagai sinematografer membawa pengetahuan tentang ruang, framing, perspektif, cahaya, atmosfer, gerak, dan durasi ke dalam perjumpaan dengan material tanah.

BACA JUGA  DWP Sulteng Diminta Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Menuju Indonesia Emas

“Melalui karya tersebut, proses pembentukan tembikar dan proses pembentukan sinema ditempatkan sebagai dua cara untuk membaca transformasi pengetahuan. Pengalaman tentang citra kemudian dibawa kembali menuju bentuk material.” Kata Lucky melalui keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2026).

Dalam konsep pameran, frame berubah menjadi ruang, kamera digantikan oleh tangan, sementara gambar bergerak menjadi benda yang diam. Durasi juga hadir melalui proses pembentukan tanah, pengulangan gerak tangan, serta waktu yang dibutuhkan sebuah benda untuk menjadi sesuatu.

Pameran ini juga berangkat dari persoalan semakin jauhnya pengalaman manusia terhadap material akibat kehidupan yang semakin dimediasi oleh layar.

“Melalui photogrammetry, stensil tekstur patahan, diorama, tembikar, video, dan suara, Jejak Tanah: Bentang Berlanjut mempertemukan berbagai cara manusia menyimpan, memindahkan, dan mengalami kembali jejak bumi.” Lanjut Lucky.

BACA JUGA  Bupati Donggala Launching Buku Penggunaan Diskresi dan Audit Lingkungan

Menelusuri Pengetahuan dari Tubuh