Madika, - Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultara , Nelson Metuben, mengungkapkan sekitar 15.000 hektare lahan disiapkan untuk di Sulawesi Tengah. Ini untuk menyokong ketersediaan pangan ibu kota negara () di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Dari 15.000 hektare tersebut, secara spesifik ada satu wilayah di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, . Desa Talaga itu ditetapkan sebagai dengan luas kurang lebih 1.123,45 hektare,” ungkapnya, Selasa 14 Juni 2022.

“Alhamdulillah cuma lima provinsi di Indonesia yang dijadikan pilot project penunjukan dari pemerintah pusat sebagai kawasan penyangga pangan . Kami khususnya dari dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura sebagai bagian dari Pemerintahan , sudah melakukan beberapa kegiatan-kegiatan yang kami anggap sebagai penyokong dan penunjang program sesuai visi-misi pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” tambah Nelson.

BACA JUGA  GERAKAN NASIONAL 1000 STARTUP DIGITAL, Novalina: Momentum Gerakkan Roda Ekonomi Sulteng

Nelson mengatakan telah dilakukan survei beberapa kali oleh tim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Pertanian. Dari hasil survei tersebut, pemerintah pusat menyarankan Desa Talaga memproduksi dua komoditi yakni jagung dan kedelai.

“Kita disarankan kurang lebih 55 % dua komoditi yaitu tanaman jagung dan kedelai,” ujar Nelson.

Luasannya dirincikan masing-masing untuk tanaman kedelai mencapai 262 hektare dan tanaman jagung 232 hektare. Sisanya akan dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura seperti, cabai, tomat terung serta buah-buahan lainnya.
Nelson menambahkan langkah pertama yang akan dilakukan membuka akses atau jalan ke Desa Talaga. Pengerjaannya direncanakan mulai akhir tahun ini sekaligus menyiapkan infrastruktur pendukung.

BACA JUGA  Program SDI, Gubernur Minta Dukungan BPS

Diberitakan, Sulteng berpeluang besar memasok kebutuhan pangan dan hortikultura karena jarak yang relatif dekat ke . Menurut Nelson, ini menjadi peluang besar sekaligus menjadi tantangan bagi Dinas TPH.

“Kita punya potensi yang sangat luar biasa untuk hortikultura seperti durian,” ucap Nelson. (*)