Madika, Buol – Anggota , Zainal Daud melakukan kunjungan Koordinasi dan Komunikasi di Buol, Kamis 18 November 2021.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Dinas Ketahan Pangan dimana dinas tersebut merupakan gabungan dari Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan dan Peternakan yang merupakan mitra kerja dari Komisi II Provinsi .

Kunjungan koordinasi dan komunikasi itu, diterima langsung oleh Moh. Qasim, selaku Sekretaris Dinas.

Beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, salah satunya mengenai bantuan dari provinsi yang ditahun 2021 mendapatkan bantuan dari dinas Pertanian Provinsi sebanyak 14 kelompok pertanian yang mendapatkan bantuan bibit cabai rawit.

BACA JUGA  Pansus LKPJ Soroti Pengelolaan PT. Pembangunan Sulteng dan Bank Sulteng

Bantuan tersebut tersebar di beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Lakea 2 Kelompok, Kecamatan Keramat 3 Kelompok, Kecamatan Momunu 2 Kelompok, Kecamatan Tiloan 4 Kelompok, Kecamatan Bokat Kelompok dan Kecamatan Paleleh 2 Kelompok.

Dari Dinas Pangan Provinsi Sulteng juga ada beberapa bantuan yang masuk ke . Bahkan sudah tersalurkan ke masyarakat diantaranya ternak Itik 3 Kelompok, Ternak Kambing 3 Kelompok, Bantuan jalan kantong produksi, lantai jemur, benih jagung, bibit durian montong dan musang king.

Dari Dinas Pertanian Provinsi juga ada bantuan bibit cengkeh 6 kelompok di dua kecamatan yaitu kecamatan Biau dan Kecamatan Bunubogu sudah tersalur cukup baik.

Bantuan bibit kelapa 3 kelompok di Kecamatan Gadung sebanyak 4.050 pohon sudah tersalur dengan baik. Bantuan Knapsack Sprayer 6 kelompok di Kecamatan Bunobogu dan Kecamatan Biau sudah tersalur dengan baik ke kelompok.

BACA JUGA  DPRD Palu Desak Pemkot Selesaikan Hak Penyintas yang Masuk Dalam KK Gendong

Di Kabupaten Buol juga ada program dari bupati dengan istilah one man one cow ditahun 2020 sebanyak 18 ribu ekor sapi dibagikan dan sampai smester 1 tahun 2021 sudah mencapai 32 ribu ekor sapi, sehingga dinas sangat mengaharapkan bantuan 1.100 ekor sapi dari gubernur bisa terealisasi karena lahan sebesar 5.000 Ha sudah disipkan dan sudah ditinjau langsung.

Dalam pertemuan tersebut, dari pihak dinas mengharapkan agar kedepannya untuk pengajuan kelompok harus melalui rekomendasi dinas karena kelompok harus terdaftar diaplikasi.(*)