LAFC Hancurkan LA Galaxy 3-0 di El Tráfico, Son Heung-min Cetak Gol Perdana di ML
Madika, Palu – Los Angeles FC (LAFC) tampil dominan saat menaklukkan rival sekotanya, Los Angeles Galaxy, dengan skor 3-0 pada laga Derby El Tráfico pekan ke-16 Major League Soccer (MLS) Wilayah Barat di Dignity Health Sports Park, Sabtu (18/7/2026).
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi LAFC dalam persaingan papan atas klasemen Wilayah Barat, sekaligus memperpanjang tren positif tim setelah kembali melanjutkan kompetisi pasca jeda Piala Dunia.
LAFC membuka keunggulan melalui gol Mark Delgado pada menit ke-26. Menjelang turun minum, Denis Bouanga menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti pada menit 45+1.
Keunggulan tim tamu dipastikan oleh Son Heung-min pada menit ke-57. Gol tersebut menjadi gol perdana pemain asal Korea Selatan itu di kompetisi MLS sekaligus mengakhiri penantian panjangnya untuk kembali mencetak gol.
Sebelum pertandingan, pelatih LAFC Marc Dos Santos menyampaikan optimismenya setelah sejumlah pemain utama kembali tersedia.
“Kami senang Sonny, Shaff, Mathieu semua kembali. Mereka merasa segar dan bersemangat. Mereka semua akan tampil di laga melawan Galaxy,” ujarnya.
Usai pertandingan, Son mengaku lega akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor.
“Saya sangat lega bisa mencetak gol lagi setelah sekian lama. Derby ini spesial, dan saya ingin memberikan kemenangan untuk tim,” kata Son Heung-min.
LAFC Naik ke Posisi Ketiga
Tambahan tiga poin membawa LAFC naik ke peringkat ketiga klasemen Wilayah Barat dengan koleksi 27 poin dari delapan kemenangan, tiga hasil imbang, dan lima kekalahan.
Sementara itu, LA Galaxy tertahan di peringkat kesembilan dengan 20 poin, hasil dari lima kemenangan, lima kali imbang, dan enam kekalahan.
Dari statistik pertandingan, LAFC juga tampil lebih efektif dalam menciptakan peluang. Nilai expected goals (xG) LAFC mencapai 1,96, sedangkan LA Galaxy hanya 0,80.
Galaxy Akui Kehilangan Momentum
Pelatih LA Galaxy Greg Vanney mengakui timnya gagal memanfaatkan peluang yang tercipta, terutama pada babak pertama.
“Kami kehilangan momentum di babak pertama. LAFC memanfaatkan peluang dengan sangat efektif, sementara kami gagal mengeksekusi serangan,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Derby El Tráfico kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu rivalitas terbesar di MLS. Pertandingan berlangsung di hadapan stadion yang dipenuhi suporter, dengan rekor pertemuan kedua tim kini menjadi 10 kemenangan untuk LA Galaxy, 10 kemenangan untuk LAFC, dan tujuh hasil imbang dari total 27 pertemuan.
Gol perdana Son Heung-min menjadi sorotan utama pertandingan sekaligus memberi dorongan moral bagi LAFC yang kini mencatat dua kemenangan beruntun. Sebaliknya, LA Galaxy berada di bawah tekanan untuk segera memperbaiki performa demi menjaga peluang lolos ke babak play-off.