Madika, Palu – Kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kini menewaskan tiga orang.

Korban terbaru, NH (23), istri dari J, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar 10 hari akibat luka yang dideritanya.

NH mengembuskan napas terakhir pada Rabu (5/8/2026). Sebelumnya, NH ditemukan dalam kondisi terluka dan berlumuran darah setelah peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Minggu (26/7) malam.

Dalam kejadian tersebut, warga lebih dahulu menemukan J tergeletak dengan luka tusuk pada bagian perut. Sementara anaknya, R, ditemukan telah meninggal dunia di salah satu kamar rumah.

NH kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, setelah sekitar 10 hari menjalani perawatan, nyawanya akhirnya tidak tertolong.

BACA JUGA  Pemuda Jalan Hos Cokrominoto Palu, Kedapatan Simpan Sabu Seberat 1,022 Kg

Dengan meninggalnya NH, jumlah korban tewas dalam kasus tersebut menjadi tiga orang.

Polisi Periksa Sembilan Saksi

Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

Hingga Senin (10/8/2026), penyidik telah memeriksa sembilan orang saksi.

“Kasus pembunuhan di Duyu sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan. Saksi yang sudah diperiksa sembilan orang, termasuk istri korban semasa hidupnya dan dua orang dari orang tua yang diduga pelaku,” kata Ismail.

Polisi juga telah melakukan tiga kali olah tempat kejadian perkara (TKP).

BACA JUGA  Pelaku Pembunuhan Bocah 8 Tahun di Palu, Peragakan 20 Adegan saat Rekonstruksi

Ismail menyebut, indikasi terhadap terduga pelaku mulai mengarah. Saat ini, Unit Jatanras Polresta Palu bersama Polsek Palu Selatan masih melakukan pengejaran.

“Terkait motif pembunuhan belum bisa dipastikan. Saat ini proses pengejaran terus dilakukan. Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap,” ungkapnya.

Polisi Pastikan Penanganan Berjalan

Kasat Reskrim menegaskan, kepolisian serius menangani perkara tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar dan tidak meragukan proses penyelidikan yang tengah dilakukan.

Polisi juga memastikan setiap perkembangan kasus akan disampaikan kepada publik.

“Kami minta masyarakat bersabar dan tidak perlu ragu terhadap langkah-langkah kepolisian dalam menangani perkara ini. Setiap perkembangan akan terus kami informasikan kepada masyarakat, sebagai wujud profesionalisme kinerja kami,” tandasnya.

BACA JUGA  Wakapolda Sulteng Minta Personel Tak Main Hakim Sendiri