Madika, Palu – Menindaklanjuti video lansia dan anak panti yang kelaparan, Wakil II , bersama anggota , Nasir Dg Gani meninjau langsung yayasan Panti Asuhan dan Panti Jompo Al-Kautsar, Rabu (23/02/2022).

Dari hasil pantauan langsung tersebut, kelaparan benar terjadi seperti yang diungkapkan oleh pemilik yayasan, Sabran Ladongi. Diakuinya, lansia dan anak panti sudah seminggu hanya makan nasi putih, akibat habisnya anggaran.

“Sudah hampir seminggu mereka makan tanpa lauk,“ ujarnya.

Sabrin juga membenarkan pihaknya pernah menerima bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) pada tahun 2020 sebesar Rp120 juta dan 2021 sebesar Rp45 juta. Namun dirinya membantah kalau selama tahun 2022 ini pihaknya terutama para lansia di yayasan tersebut menerima batuan sebesar Rp2,4juta.

BACA JUGA  Raturan Liter Miras Jenis Cap Tikus Kembali Diamankan Polres Sigi

“Kalau memang ada Rp2,4 juta yang dimaksud, tidak mungkin lansia makan tanpa lauk dan kelaparan,” jelasnya.

Lanjutnya, bantuan Rp2,4 juta yang dimaksud oleh Dinsos tersebut hanya diberikan kepada lansia diluar panti jompo yang menjadi binaan Yayasan Al-Kautsar. Bantuan tersebut diserahkan melalui Balai Nivotove dan tidak pernah melibatkan dirinya sebagai pemilik yayasan.

“Dulu kami masih memiliki aula dan beberapa fasilitas seperti electone yang bisa disewakan untuk membantu kehidupan yayasan, tapi sekarang sudah rusak,” jelasnya.

Apalagi sejak melanda, donatur semakin berkurang, yayasan tersebut juga tidak memiliki donatur rutin per bulannya. Pihak yayasan berharap, Pemkot Palu bisa membantu para lansia dan anak panti tersebut terutama para lansia agar bisa makan dengan layak dan bergizi.

BACA JUGA  Usai Lantik Empat Pejabat Pemkot Palu, Ini Pesan Wali Kota

Sementara Wakil Kota Palu, Rizal akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar permasalahan ini dapat dicarikan solusi.

Dirinya juga akan mendorong Pemkot Palu untuk membantu yayasan panti di Kota Palu dalam menciptakan kemandirian seperti menciptakan kreatif di lingkungan panti asuhan maupun di panti jompo di Kota Palu.

“Jika kemandirian kita sudah ciptakan di panti-panti di Kota Palu, akan lebih bisa membantu yayasan panti yang lebih banyak di Kota Palu,” jelasnya.

Secara pribadi, Rizal juga akan mengunjungi kembali panti jompo tersebut untuk memberikan bantuan kepada penghuni panti sebanyak 22 orang, 7 orang diantaranya lansia dan 15 orang diantaranya anak panti asuhan.(*/Sob)

BACA JUGA  Kasus Pembunuhan Bocah 8 Tahun, UPTD PPA Sulteng Berikan Pendampingan ke Keluarga